Terpilih Tim Transisi PSSI, Walikota Solo Belum Terima Surat Resmi

Walikota Solo masih menunggu surat resmi pemerintah melalui Menteri Pemuda dan olahraga terkait keanggotaan tim transisi PSSI.

Sabtu, 09 Mei 2015 15:59 WIB

Aksi RIP PSSI/ Foto: Yudha Satriawan

Aksi RIP PSSI

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Walikota Solo, Hadi Rudyatmo masih menunggu surat resmi pemerintah melalui Menteri Pemuda dan olahraga terkait keanggotaan tim transisi PSSI. Hadi berharap pemerintah terbuka pada organisasi sepakbola dunia tentang permasalahan PSSI agar Indonesia tidak terkena sanksi FIFA.  Rudy mengungkapkan selama ini dirinya baru diberitahu secara resmi masuk tim Transisi PSSI melalui sambungan telepon.

“Kalau soal Tim Transisi PSSI, kalau saya siap ya harus berangkat maju terus  belum ada surat resminya dari Menpora..kalau permasalahan PSSI disampaikan secara terbuka, nampaknya  FIFA tidak akan melakukan hal yang sama seperti di PSSI..kalau sampai tanggal 29 tidak melakukan tindakan itu, ya pasti FIFA punya kewenangan untuk menghukum PSSI yang penting  yang dimaui Menpora itu apa? Keterbukaan anggaran PSSI? Keterbukaan organisasi PSSI? Proses kompetisi? Proses rekrutmen pemain?

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrawi telah mengumumkan Tim Transisi PSSI yang terdiri dari 17 orang. Mereka antara lain Walikota Solo Hadi Rudyatmo, Walikota Bandung Ridwan kamil, Walikota Batu Jawa Timur, Eddy Rumpoko, dan sebagainya. Saat ini berbagai liga yang digelar PSSI telah dihentikan. Tim transisi bentukan Menpora inilah yang akan mengambilalih liga, apabila PT.Liga belum juga menggulirkan kompetisi sampai tenggat waktu yang ditetapkan Menpora.
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.