Liga QNB  Foto: Antara

Liga QNB Foto: Antara

KBR, Balikpapan - PT. Liga Indonesia resmi membatalkan turnamen pramusim QNB Champions Cup 2015  yang rencananya akan digelar pada 26 Mei hingga 9 September mendatang. Padahal sebelumnya PT. Liga Indonesia sudah membagi 18 klub peserta Indonesia Super League (ISL) dalam tiga grup.

Sekretaris Umum Persiba Balikpapan Irvan Taufik mengatakan, PT. Liga Indonesia telah mengirim surat pembatalan kepada masing-masing klub hari ini. Selain surat dari PT. Liga Indonesia, klub juga menerima juga surat dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak memberikan rekomendasi digelarnya turnamen pramusim tersebut.

Kata dia, dengan tidak adanya rekomendasi dari BOPI, turnamen pramusim tidak mungkin digelar karena tidak akan mendapat ijin dari kepolisian. Kata dia,  BOPI hanya akan memberikan rekomendasi jika PT. Liga Indonesia berkoordinasi dengan Tim Transisi bentukkan Kemenpora.

"PT. Liga mengirim surat ke BOPI memohon rekomendasi pelaksanaan turnamen pramusim. BOPI menjawab surat itu bahwa PT. Liga harus meminta rekomendasi (berkoordinasi) dengan Tim Transisi. Persoalannya kalau kita kemudian kita melaksanakan turnamen pramusim dibawah rekomendasi maka akan jadi masalah di mata AFC dan FIFA karena kita bermain sepakbola dibawah federasi yang tidak diakui oleh FIFA," kata Irvan Taufik, Rabu (20/5/2015).

Sekretaris Umum Persiba Balikpapan Irvan Taufik  menambahkan setelah turnamen pramusim batal digelar, manajemen Persiba Balikpapan akan membubarkan tim yang sebelumnya sudah menjalani latihan selama tiga hari. Para pemain hanya diberikan uang saku Rp 1 juta dan tiket pesawat pulang.

Sementara soal janji akan memberikan 25 persen dari gaji selama dua bulan pelaksanaan turnamen pramusim batal, karena para pemain tidak bertanding. 

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!