Soal Sanksi, Ketua Tim Transisi Akan Temui Menpora

Kata Bibid, tim transisi tidak bisa berbuat banyak karena menghormati keputusan PTUN yang juga menonaktifkan tim transisi.

Jumat, 29 Mei 2015 19:14 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Ketua Tim Transisi PSSI, Bibit Samad Rianto meminta masyarakat menunggu keputusan FIFA terkait ancaman sanksi yang akan diberikan kepada PSSI. Menurut Bibid, tim transisi akan bertemu Menpora setelah FIFA mengeluarkan sanksi resmi. Kata Bibid, tim transisi tidak bisa berbuat banyak karena menghormati keputusan PTUN yang juga menonaktifkan tim transisi.

"Belum tahu kita, kita tunggu saja. Tim transisi kan sekarang tidak aktif, kita menghormati putusan sela pengadilan PTUN. Kita lihat saja perkembangan berikutnya, nanti kita akan ketemu Menpora bagaimana langkah kita selanjutnya," jelas Ketua Tim Transisi Bibit Samad Rianto kepada KBR, Jumat (29/5/2015).

Sebelumnya, rencananya federasi sepak bola dunia FIFA akan mengeluarkan keputusan resmi terkait kisruh sepak bola di Indonesia pada hari ini. FIFA akan memberikan sanksi larangan bertanding di forum internasional karena adanya campur tangan pemerintah yang membekukan PSSI.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.