Rita Subowo: Ayo dong PSSI dan Kemenpora Dialog

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengakui lebih sulit mempersatukan PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora dibanding menjelaskan konflik tersebut ke FIFA.

Jumat, 01 Mei 2015 09:36 WIB

Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi dibekukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui surat bernomor 0137 tahun 2015 dengan alasan mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerint

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengakui lebih sulit mempersatukan PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora dibanding menjelaskan konflik tersebut ke FIFA. Untuk itu, Ketua KOI Rita Subowo mengusulkan kedua lembaga itu harus duduk bersama dan menyelesaikan kesalahpahaman komunikasi. Pihaknya mengaku bersedia memfasilitasi pertemuan tersebut.

"Jadi memang harus duduk bersama dan diselesaikan begitu. Enggak mungkin kalau enggak begitu. Karena itu kami mengusulkan, ayo dong dialog, kami mau memfasilitasi. Kalau soal FIFA itu lebih mudah, karena FIFA kan tinggal beri sanksi atau tidak sanksi. Persoalannya kan yang lebih sulit itu yang di dalam negeri. Bisa tidak mengikuti keinginan Pak Menteri sebagai leading sector olahraga dan juga mengikuti aturan FIFA," jelas Rita kepada KBR, Jumat (1/5/2015).

Rita Subowo menambahkan, Kemenpora juga harus memiliki pendekatan khusus kepada PSSI agar konflik ini tidak berlarut-larut. Sebab dia khawatir, jika terus berlanjut akan berpengaruh pada pelaksanaan ASEAN Games 2018.

Pada 17 April lalu, Kemenpora mengeluarkan surat pembekuan terhadap PSSI. Dalam surat itu Kemenpora memberikan sanksi administratif yaitu tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI. Pembekuan itu berimbas pada pelaksanaan Liga Super Indonesia QNB League.


Editor: Quinawaty Pasaribu
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Bertemu Delegasi Solomon, Wiranto Bantah Ada Konflik di Papua

  • Sengketa Tanah Luwuk, Warga Protes Penutupan Area Sengketa
  • Pemerintah Janji Perpres 20 Tak Akan Bikin Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asing
  • Polri Siapkan Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2018

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.