Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi dibekukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui surat bernomor 0137 tahun 2015 dengan alasan mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerintah. ANTARA FOTO

KBR, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengakui lebih sulit mempersatukan PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora dibanding menjelaskan konflik tersebut ke FIFA. Untuk itu, Ketua KOI Rita Subowo mengusulkan kedua lembaga itu harus duduk bersama dan menyelesaikan kesalahpahaman komunikasi. Pihaknya mengaku bersedia memfasilitasi pertemuan tersebut.

"Jadi memang harus duduk bersama dan diselesaikan begitu. Enggak mungkin kalau enggak begitu. Karena itu kami mengusulkan, ayo dong dialog, kami mau memfasilitasi. Kalau soal FIFA itu lebih mudah, karena FIFA kan tinggal beri sanksi atau tidak sanksi. Persoalannya kan yang lebih sulit itu yang di dalam negeri. Bisa tidak mengikuti keinginan Pak Menteri sebagai leading sector olahraga dan juga mengikuti aturan FIFA," jelas Rita kepada KBR, Jumat (1/5/2015).

Rita Subowo menambahkan, Kemenpora juga harus memiliki pendekatan khusus kepada PSSI agar konflik ini tidak berlarut-larut. Sebab dia khawatir, jika terus berlanjut akan berpengaruh pada pelaksanaan ASEAN Games 2018.

Pada 17 April lalu, Kemenpora mengeluarkan surat pembekuan terhadap PSSI. Dalam surat itu Kemenpora memberikan sanksi administratif yaitu tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI. Pembekuan itu berimbas pada pelaksanaan Liga Super Indonesia QNB League.


Editor: Quinawaty Pasaribu
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!