PSSI: Liga Dihentikan, Seluruh Kontrak Pemain dan Pelatih Selesai

Presiden PT Liga Indonesia Syahril Taher menyebut, seluruh kontrak pemain dan pelatih dinyatakan selesai pasca pembubaran liga oleh PSSI.

Selasa, 05 Mei 2015 07:07 WIB

Ilustrasi: PSSI RIP (Foto: Antara)

KBR, Balikpapan- Presiden PT Liga Indonesia Syahril Taher menyebut, seluruh kontrak pemain dan pelatih dinyatakan selesai pasca pembubaran liga oleh PSSI. Menurutnya, tidak ada kewajiban dari klub untuk menyelesaikan atau melanjutkan kontrak pemain dan pelatih hingga satu musim. Pemain dan pelatih dipersilakan menuntut dan meminta ganti rugi ke Kemenpora. Pasalnya klub merugi miliaran akibat kompetisi dihentikan. Rata-rata kata Syahril, setiap bulannya klub merugi Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,7 miliar.

Kerugian itu yakni, bayar gaji pemain dan pelatih yang sudah berjalan 4 bulan, termasuk biaya konsumsi transportasi dan akomodasi karena klub sempat melakoni laga tandang.

"Yang jelas, kalau sudah force majeure akibat dari pemebkuan (PSSI) oleh Kemenpora, kalau (kompetisi) dilanjutkan juga mustahil. Yang kedua masalah kontrak (pemain) pahamlah pemain-pemain itu kalau sudah force majeure, gak dibayar, siapa yang mau bayar. Ini pemain sudah pulang semua, siapa mau bayar," kata Syahril HM Taher, Senin (4/5).

Syahril menambahkan, PT Liga Indonesia juga tidak bisa menghalangi rencana sejumlah klub yang akan mengikuti kompetisi di luar negeri diantaranya Persipura Jayapura yang akan ikut liga di Papua Nugini, Arema Cronus yang akan ikut kompetisi di Singapura dan klub di Aceh yang akan ikut kompetisi di Malaysia. Syahril juga mengingatkan, klub tidak ikut kompetisi yang rencananya akan digulirkan Kemenpora, karena jika ngotot ikut kemenungkinan bisa mendapat sanksi dari PSSI.

Sebelumnya PSSI telah menghentikan seluruh kompetisi dibawah naungannya, yaitu kompetisi QNB, Divisi Utama dan Liga Nusantara 2015. Keputusan itu diambil melalui rapat Komisi Eksekutif (Exco) PSSI, Sabtu pekan lalu. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?