Tour de Banyuwangi Ijen 2015/ Foto: Hermawan Arifianto

Tour de Banyuwangi Ijen 2015. (Foto: Hermawan)

KBR, Banyuwangi - Pembalap asal Perancis yang memperkuat Singha Infinite Cycling Team Thailad, Peter Pouly mengunci gelar juara International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015. Ini adalah sukses kedua Pouly setelah ia meraih gelar pertamanya di ajang yang sama pada 2014 lalu.

Dalam daftar klasemen umum kategori pebalap, Pouly dipastikan sebagai juara setelah unggul 2 menit dan 56 detik dengan pesaing terdekatnya, Benjami Prades Reverter dari Matrix Powertag Japan. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Daniel Whitehouse asal Team UKYO. Whitehouse tertinggal 3 menit dan 27 detik di belakang Pouly.

Tak sekadar mempertahankan gelar juaranya di ITdBI 2015, Pouly, juga merebut gelar best climber alias raja tanjakan. Pembalap 37 tahun ini lagi-lagi menyisihkan Prades dan Whitehouse. Sukses Pouly tak lepas dari keberhasilannya menjadi juara di etape ketiga.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi yang hadir dalam etape terakhir lomba balap sepeda internasional ini, mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab lomba balap sepeda ini disamping untuk mengangkat citra olahraga Indonesia dimata dunia, juga untuk mengasah para pembalap nasional yang akan tampil di SEA Gams Singapura nanti. Nahrawi akan memasukan Internasional Tour de Banyuwangi Ijen ini dalam kalender Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Ivent ini harus menjadi agenda nasional, dan kalau kemarin pemerintah pusat tidak memberikan dukungan saja itu luar biasa bisa menggerakan roda perekonomian semangat kebersamaan sam pai kemudian promosi wisata. Apalagi kalau pemerintah pusat nanti memberikan dukungan, paling tida sore ini Kemenpora memberikan dukungan doa. Selebihnya bersama mas Reno nanti kita akan beckup dan ini harus menjadi agenda nasional,” kata Imam Nahrawi (9/5).

Sementara untuk klasemen kategori sprinter, Prades menduduki peringkat pertama sekaligus menyandang gelar raja sprinter di ITdBI 2015. Prades menyisihkan juara dua etape awal, King Lok Cheung dari HKSI Pro Cycling Team. Sedangkan posisi ketiga untuk kategori sprinter disabet Pouly.

Sedangkan, Dadi Suryadi dari tim Pegasus Continental Cycling Team menyabet gelar pebalap Indonesia terbaik. Dadi unggul atas rekannya di Pegasus, yakni Aiman Cahyadi. Sedangkan Bambang Suryadi asal BRCC Banyuwangi menduduki posisi ketiga.

Sayang kesuksesan Pouly merebut gelar juara kategori pembalap dan gelar raja tanjakan, tak berimbas pada prestasi Singha Infinite di klasemen umum kategori tim. Sebab gelar juara kategori tim direbut Team UKYO Jepang. Posisi kedua dan ketiga masing-masing diisi Tabriz Shahdari Team dan Pegasus.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!