Pemain Persiba Pasrah Gaji Dipangkas 75 Persen

Mantan pemain tim nasional U-23 itu mengaku dirinya dan para pemain lain tidak punya penghasilan lain selain dari sepakbola.

Senin, 18 Mei 2015 21:18 WIB

Persiba. Foto: Antara

Persiba. Foto: Antara

KBR, Balikpapan - Managemen Persiba Balikpapan mengambil kebijakkan memangkas gaji maupun kontrak para pemain hingga 75 persen, untuk menghadapi turnamen pramusim yang akan digelar PT Liga Indonesia.

Menanggapi itu, gelandang Persiba Johan Juansyah mengaku hanya bisa pasrah dan menerima kebijakan itu karena tak punya pilihan untuk membiayai keluarga. Mantan pemain tim nasional U-23 itu mengaku dirinya dan para pemain lain tidak punya penghasilan lain selainĀ  dari sepakbola.

"Sebetulnya ya ngikutin yang diatas saja (manajemen) kalau semuanya (pemain) sama dipangkas apa boleh buat, kita juga terima juga. Pembicaraan dengan manegemn baru sebatas gaji saja, maksudnya dapatnya hanya 25 persen. Ya terima saja, apa boleh buat dari pada di rumah tidak ada yang dikerjakan," kata mantan pemain Persija Jakarta itu, Senin (18/5/2015).

Bek kanan Persiba Rizal Lestahulu juga mengaku tidak punya pilihan selain menerima kebijakan Manajemen Persiba. Kata dia, tidak mudah kalau harus mencari klub lain, apalagi saat ini sudah mendekati bulan puasa sehingga keluarga membutuhkan biaya.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.