Pasca Putusan Sela, Ini Saran untuk PSSI-Kemenpora

Pengamat: Dari konflik itu yang menjadi korban terbesar adalah pemain khususnya pemain yang bermain di liga di bawah ISL.

Selasa, 26 Mei 2015 10:44 WIB

Pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi dengan perwakilan 18 klub Indonesia Super League (ISL) , Senin (27/4/15). Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - PSSI dan Kemenpora harus segera menggelar dialog lanjutan usai putusan sela PTUN kemarin. Sebab menurut pengamat sepakbola Ario Yosia, dialog kedua pihak itu diyakini mampu menekan tensi konflik. Salah satu yang harus dibahas dalam pertemuan nanti soal keberlanjutan liga Indonesia.

"Saya rasa pemikiran untuk kembali menggelar pertandingan juga adalah bentuk kepedulian terhadap pemain. Karena dari konflik itu kan yang menjadi korban terbesar adalah pemain khususnya pemain yang bermain di liga di bawah ISL," kata Ario Yosia, Selasa (26/5/2015).

Kemarin, PSSI memenangkan gugatan di PTUN soal SK pembekuan dari Kemenpora. Pasca putusan itu, PSSI berniat melanjutkan liga Indonesia yang sebelumnya dibubarkan. Namun Tim Transisi bentukan Kemenpora meminta PSSI tidak beraktivitas dulu sebelum putusan sidang pada 8 Juni nanti.


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.