Pedagang kaos tim di depan Stadion Krida Rembang mengeluh omsetnya anjlok, gara-gara tidak ada kompe

Pedagang kaos tim di depan Stadion Krida Rembang mengeluh omsetnya anjlok, gara-gara tidak ada kompetisi. (Foto: Musyafa)

KBR, Rembang – Berhentinya kompetisi sepakbola nasional ikut memukul perkembangan bisnis pedagang kaos maupun merchandise tim di Rembang, Jawa Tengah. Omset penjualan anjlok sampai 70% lebih, dibandingkan hari biasa.

Salah satu penjual, Syaiful Anwar selama ini tidak hanya berjualan kaos tim di depan Stadion Krida Rembang, tapi juga berjualan ke lapak-lapak di berbagai daerah. Setiap kali ada pertandingan sepakbola level Divisi Utama maupun ISL, penjualan laris, katanya. Saat ramai, Syaiful mampu mendulang sampai Rp 2 juta dalam sehari. Tapi sekarang pendapatan semakin menurun.

“Omset turun 70%, dibandingkan hari biasa ya sangat jauh. Ketika ramai banget, penghasilannya Rp 2 juta per pertandingan. Kalau sedang sedang saja sekitar Rp 1,5 juta. Kalau sekarang cari uang sehari Rp 500 ribu saja, sulit. Harapannya sih ingin ramai lagi seperti dulu, “ keluhnya kepada KBR, hari Rabu (13/05/2015).

Syaiful Anwar mengungkapkan kaos jersey tim dibuat oleh percetakan sablon di Kudus. Begitu jadi, baru dikirim ke Rembang. Para pekerja sablon juga ikut mengeluh karena orderan sablon menurun tajam. Sementara ini hanya penjualan kaos Liga Italia dan Liga Inggris lah yang paling banyak.

Editor: Citra Dyah Prastuti  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!