Pesepak bola tim Bali United Pusam berebut bola saat melakukan latihan di Lapangan Trisakti, Legian, Bali, Selasa (5/5). (Antara)

KBR, Balikpapan - Pasca PSSI menghentikan kompetisi Indonesia Super League (ISL) para pemain akhirnya memilih mengikuti pertandingan antarkampung (tarkam) agar tetap mendapat penghasilan.

Bryan Cesar Ramadhan, yang merupakan gelandang muda Persiba mengatakan, sejak kompetisi dihentikan para pemain tak memiliki penghasilan lagi. Sehingga mereka pun memilih mengikuti tarkam jika mendapat tawaran.

Menurutnya, dengan mengikuti tarkam penghasilan yang diterima pemain memang tak sebesar saat bermain di kompetis, namun bisa menutupi kebutuhan keluarga. Biasanya mengikuti tarkam pemain bisa mendapatkan Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap pertandingan.

“Terpaksa ya cari tarkam, mau enggak mau. (Dibayar berapa?) Tergantung mainnya di mana, karena beda-beda. Kalau main di desa-desa (jauh) itu lebih besar, kayak di Bontang itu bisa dibayar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu setiap pertandingan. Kalau kayak di pedalaman-pedalaman itu biasa lebih besar lagi,” kata Bryan Cesar Ramadhan, Jumat (15/5/2015).

Dia juga menyesalkan keputusan Kemenpora yang membekukan PSSI di saat kompetisi ISL sedang bergulir. Harusnya kata dia, kalau harus membekukan PSSI sebelum kompetisi bergulir.

Namun dia tetap berharap, Kemenpora dan PSSI berdamai, sehingga kompetisi bisa kembali bergulir dan para pemain serta pelatih bisa kembali memiliki penghasilan.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!