KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo tak mempermasalahkan sanksi yang diberikan FIFA untuk federasi sepak bola Indonesia PSSI.  Salah satu sanksi yang diberikan FIFA adalah melarang pemain sepakbola asal Indonesia bermain di klub dan negara lain. Menurut Jokowi, selama ini Indonesia memang minim prestasi di kancah internasional. Sejak 2002, kata Jokowi, Indonesia tak pernah lolos kualifikasi Asia dalam laga Piala Dunia.

"Selama 10 tahun prestasi kita tuh apa? Ini saya punya catatan. Catatannya dari 2002, 2006, 2010 tidak lolos kualifikasi Asia. Kualifikasi Asia tidak lolos Piala Dunia FIFA. Kemudian di  Piala Asia, AFC 2004 sampai babak I, 2007 sampa?I babak I, 2011 tidak lolos kualifikasi di tingkat Asia,” kata Jokowi.

Bekas Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, selama tiga tahun terakhir peringkat Indonesia juga tak maju. Pada 2012 Indonesia berada di angka 156 peringkat FIFA. Namun pada 2015, Indonesia turun level menjadi berada di peringkat 159.

“Kita ini hanya ingin ikut di event internasional atau ingin prestasi? Kalau hanya ingin event internasional tapi selalu kalah, kebanggan kita ada di mana? Kita ikut terus event internasional baik pra-kualifikasi piala dunia? di tingkat Asia, Asean, tapi kita malu terus, kalah, kalah lagi, kalah lagi. Yang ingin kita lakukan adalah pembenahan total, pembenahan total daripada kita punya prestasi seperti itu terus sepanjang masa,” kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, Sabtu (30/5/2015).

Jokowi menambahkan, dirinya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak berbeda sikap dalam menanggapi polemik PSSI ini. Kata dia, RI-1 maupun RI-2 sama-sama ingin ada pembenahan dan reformasi total dalam manajemen dan sistem di PSSI.

"Semua sebetulnya sama, itu dalam rangka pembenahan PSSI. Jadi baik Pak Wapres maupun saya sama, sama sebetulnya, keinginannya sama, ingin pembenahan PSSI,” ungkapnya.

“Karena di tingkat pemain saya lihat bagus, prestasi individu bagus. Tapi di level ini harus ada pembenahan,” ujar pria asal Solo ini.

Sebelumnya organisasi sepak bola dunia FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sanksi tersebut antara lain melarang tim asing bermain di Indonesia. Pesepakbola asal Indonesia juga dilarang bermain di klub dan negara lain. Namun Indonesia masih diizinkan menyelesaikan pertandingan di SEA Games Singapura. Sanksi ini akan dievaluasi setelah empat bulan menjalani sanksi.

Editor: Erric Permana

  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!