Hadapi Denmark, Indonesia Pasang Formasi Baru

Demi perubahan pengalaman bermain.

Rabu, 13 Mei 2015 13:24 WIB

Badminton (Foto: Antara)

Badminton (Foto: Antara)

KBR - Indonesia siapkan formasi baru hadapi Denmark dalam laga kedua di babak penyisihan grup C Piala Sudirman, malam nanti, Rabu (13/5/2015). 

Perubahan akan terjadi di tunggal putra, putri dan ganda campuran. Sementara di ganda putra dan putri tetap dengan pasangan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan dan Greysia Poli-Nitya Krishinda Maheswari. Dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Chef de Mission tim Indonesia, Achmad Budiarto mengatakan perubahan di tiga nomor tersebut terjadi bukan karena permainan buruk para pemain. Namun, kata dia, hal tersebut bertujuan untuk memberi pengalaman bermain di kejuaraan beregu di tingkat Internasional. 

Pertandingan dengan Denmark merupakan kunci agar Indonesia bisa menjadi juara grup untuk melaju ke babak perempat final. Pada pertandingan perdana Senin lalu, tim Indonesia berhasil menang melawan Inggris dengan skor 3-2. (Badminton Indonesia)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.