FA: Sepp Blater Harus Mengundurkan Diri

"Tidak ada cara lain untuk membangun kembali kepercayaan FIFA kalau Sepp Blater masih ada. Dia harus mengundurkan diri."

Jumat, 29 Mei 2015 06:39 WIB

Blatter komentari korupsi FIFA. ANTARA NEWS

KBR - Asosiasi Sepakbola Inggris FA mendesak Presiden FIFA Sepp Blater mengundurkan diri pasca terbongkarnya skandal korupsi yang melibatkan sejumlah petinggi FIFA.

"Sepp Blater harus turun sebagai Presiden FIFA," Ketua FA Greg Dyke kepada Kantor Berita Association Press. "Tidak ada cara lain untuk membangun kembali kepercayaan FIFA kalau Sepp Blater masih ada. Dia harus mengundurkan diri," sambungnya.

Sebelumnya, 14 petinggi FIFA ditangkap dengan tuduhan pemerasan, pencucian uang, dan korupsi. FIFA sendiri bersikeras menggelar pemilu presiden hari ini dengan kandidat Sepp Blatter yang bakal bersaing dengan Pangeran Ali bin Al-Hussein.  

Sementara itu, Menteri Olahraga Inggris John Whittingdale juga mendesak para sponsor untuk meninjau ulang hubungan mereka dengan FIFA. Namun ketika ditanya tentang kegagalan Inggris menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan akhirnya dimenangkan Rusia, ia mengatakan akan menunggu hasil penyelidikan. (CNA)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi