DPR Interpelasi Menpora Terkait Sanksi FIFA

DPR juga akan menyelidiki kisruh antara PSSI dan Kemenpora.

Minggu, 31 Mei 2015 17:51 WIB

Ilustrasi Foto: Antara

Ilustrasi Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Olahraga DPR, Ridwan Hisyam mengaku bakal segera menggulirkan hak interpelasi atau hak bertanya kepada  Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi terkait sanksi FIFA. DPR juga akan menyelidiki kisruh antara PSSI dan Kemenpora. Menurut dia, seharusnya pemerintah tak membekukan PSSI yang saat ini dipimpin La Nyala Mataliti. Rencananya, DPR akan memanggil Menpora, 8 Juni mendatang.

"Untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia bukan menghancurkan yang lama, kalau kita pakai pedoman itu yang ada bukan terjadi reformasi bukan deformasi yaitu menghancurkan sendi-sendi berbangsa dan bernegara demokrasi diindonesia. Jadi kalau memperbaiki bukan dihancurkan, atau bubarkan. apa mau nanti kalau pemerintah sekarang di deformasi sama pemerintah akan datang, nggak mau kan?", jelas Ridwan kepada KBR, Minggu (31/5/2015)

Ridwan juga meminta pemerintah mencabut SK No.1307 tentang pemberian sanksi administrasi bagi PSSI dan menunggu gebrakan Menpora berikutnya untuk memajukan sepak bola tanah air. 

Sebelumnya, Federation Internationale de Football Association atau FIFA sudah menjatuhkan sanksi kepada sepak bola Indonesia dalam rapat Komite Eksekutif di Zurich, Swiss, kemarin. Hukuman yang dijatuhkan berupa isolasi terhadap aktivitas internasional, termasuk di kompetisi FIFA dan AFC, baik untuk timnas dan klub. Dalam emergency meeting tersebut, FIFA menyatakan PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia melanggar pasal 13 dan 17 Statuta FIFA. Kedua pasal tersebut menjelaskan soal intervensi pihak ketiga, dalam hal ini Pemerintah terhadap organisasi sepak bola. 

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.