Dani Carvajal: Selamat Tinggal La Liga

Madrid hanya perlu menang satu gol lagi.

Senin, 11 Mei 2015 09:07 WIB

Dani Carvajal (Goal.com)

Dani Carvajal (Goal.com)

KBR - Bek Real Madrid, Dani Carvajal menyerah memperebutkan trofi La Liga Spanyol usai timnya tertinggal empat poin dari Barcelona di dua laga tersisa. Los Blancos ditahan imbang 2-2 oleh Valencia kemarin, sementara Barcelona mampu memang atas Real Sosiedad. 

Dengan kemenangan ini, Barcelona makin kokoh di puncak dan dapat meraih trofi apabila memenangi satu dari dua laga tersisa, melawan Atletico Madrid atau Deportivo La Coruna. Menurut Dani, seharusnya Madrid tidak terpeleset di kandang sendiri. Meski begitu, dia mengaku akan bertarung hingga hari terakhir Liga. Apalagi Madrid masih memilik kans mempertahankan gelar Liga Champions, meski pada leg pertama semifinal kalah dari Juventus. 

Madrid hanya perlu menang satu gol untuk bisa menembus final kompetisi tertinggi benua biru. Sedangkan, Barcelona diprediksi akan tembus final usai menang besar atas Bayern Munich. (goal) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Belum Temukan Pelaku Penyiraman Novel, Polisi Klaim Sudah Banyak Kemajuan

  • Dialog Jakarta Papua, Pemerintah Diminta Tak Abaikan Suara ULMWP
  • Dibanding Pekan Lalu, Pasien Difteri di RSPI Meningkat Nyaris Tiga Kali Lipat
  • 7 Narapidana Kabur Usai Potong Teralis Besi Lapas Binjai

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi