Usai Menang, Pacquiao Cari Kemenangan knock-out Dalam Pemilu Filipina

Pacquiao ingin fokus dalam pemilihan Presiden Filipina pada bulan depan dan memiliki banyak waktu bersama keluarga.

Minggu, 10 Apr 2016 15:17 WIB

Petinju Filipina Manny Pacquiao. Antara Foto

KBR - Petinju asal Filipina Manny Pacquiao akhirnya resmi mengakhiri karirnya di dunia tinju usai mengalahkan petinju Amerika Serikat Timothy Bradley di MGM Grand, Minggu (10/4/2016). Mengutip Reuters, Pacquiao ingin fokus dalam pemilihan Presiden Filipina pada bulan depan dan memiliki banyak waktu bersama keluarga.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan, ia berada di posisi 10 untuk 12 kursi kosong di majelis tinggi Kongres.

"Secara fisik, jika Anda bertanya kepada saya, maka saya akan menjawab masih baik-baik saja. Saya masih bisa bertarung. Tapi saya telah membuat keputusan untuk kembali ke Filipina dan membantu masyarakat di sana. Selain itu, saya juga bisa menghabiskan banyak waktu dengan keluarga saya," ungkap Pacquiao

Petinju yang dikenal dengan julukan Pac-Man juga dinilai warga memiliki peluang yang bagus pasca kemenangannya di kelas welter WBO. "Kesempatannya untuk menang dalam pemilu yang lebih tinggi karena ia kembali kredibilitas dan kepercayaan dari rakyatnya," ujar James Morena, seorang pensiunan berusia 67 tahun.

Hal tersebut juga dibenarkan Pacquiao sebelum ia naik ring melawan Bradley. "Hal ini sangat penting untuk mendapatkan kemenangan untuk negara saya dan orang-orang di Filipina, tetapi hal yang paling penting adalah kemenangan bagi negara saya dan kemenangan bagi warisan saya di tinju," katanya sebelum pertarungan

Pacquiao berhasil merobohkan Bradley dua kali dan mendominasi pertarungan sehingga ketiga hakim memberikan angka 116-100 untuk kemenangan petinju asal Filipina itu.

Meski kemenangan ini bagus bagi politiknya, Pac Man yang berada di partai koalisi oposisi juga sempat tersandung masalah ketika diwawancara TV swasta Filipina. Ketika dimintai pandangan soal pernikahan sejenis, Pac Man menyebut gay "lebih buruk dari binatang".

Ia kemudian meminta maaf melaui Twitter ketika mendapat kritik dari seluruh dunia atas komentarnya. Ia juga kehilangan sponsor Nike atas kontroversi ucapannya soal gay. (Reuters)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.