Ilustrasi Panama Papers

KBR - Polisi Swiss menggeruduk markas sepak bola Eropa, EUFA. Ini dilakukan berkaitan dengan dokumen yang belakangan disebut Panama Papers, yang menyebut eks Sekretaris Jenderal UEFA, Gianni Infantino dalam dokumennya. Saat ini, Infantino juga menduduki jabatan sebagai salah satu pemimpin di federasi sepak bola dunia, FIFA.

Terkait dengan laporan tersebut, Infantino mengaku kecewa lantaran integritasnya diragukan atas adanya laporan media yang menyebutkan, sebagai petinggi UEFA ia menjual hak siar kepada televisi dengan harga yang murah.

Dalam laporan sebanyak 11,5 juta dokumen yang beredar luas itu, Infantino menjadi salah satu dari tokoh politik dan pemimpin dunia yang menempatkan dananya di Panama agar terhindar dari pajak.

Setidaknya ada 128 politikus dan pejabat publik dari seluruh dunia yang namanya tercantum dalam jutaan dokumen yang bocor ini. Panama Papers juga memuat sekitar 800 nama pengusaha Indonesia yang menjadi klien Mossack Fonseca. Mereka diduga terkait dengan kepemilikan perusahaan gelap agar dapat menghindar dari kewajiban pajak. (Aljazeera dan berbagai sumber)


Editor : Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!