Ilustrasi Manchester United-Liverpool

Ilustrasi Manchester United-Liverpool

KBR - Kepolisian melanjutkan penyelidikan terkait kasus kekerasan saat pertandingan Liga Eropa antara Manchester United dan Liverpool di Liga Eropa, 17 Maret lalu. 

Polisi mengajukan permintaan publik untuk mengidentifikasi sembilan orang yang diduga mengetahui atau terlibat kekerasan itu. 

Pada pertandingan putaran kedua tersebut, Liverpool bermain seri dengan skor 1-1 atas MU dan berhak lolos ke babak perempat final Liga Eropa, karena pada pertandingan pertama Liverpool menang 2-0. Pertandingan di markas MU itu diwarnai kekerasan di tribun penonton. Kepolisian Greater Manchester menyebutkan ada seorang anak terkena lemparan kursi plastik dan menyebabkan luka akibat bentrokan diantara para suporter. 

Polisi mengatakan sepakbola mestinya merupakan peristiwa yang ramah bagi keluarga. Peristiwa kekerasan saat itu tidak boleh ditoleransi oleh klub manapun.

"Seorang remaja luka akibat gaya preman ceroboh seperti ini. Sejumlah orang telah diperiksa, tapi kami membutuhkan bantuan publik untuk memastikan bahwa orang-orang semacam ini tidak pantas lagi diperbolehkan masuk stadion," kata polisi. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!