Kapten Juventus, Gianluigi Buffon. (Foto: Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Ini musim yang luar biasa bagi Juventus. Apalagi, berhasil meraih gelar scudetto, atau gelar juara Liga Serie A Italia untuk kelima kalinya secara beruntun, dan gelar ke-32 sejak tahun 1905.

Juventus akhirnya meraih scudetto, atau gelar juara Liga Serie A Italia tanpa susah payah.

Juventus bahkan menjadi klub yang pertama kali memastikan gelar juara musim ini diantara kompetisi-kompetisi lain di kawasan Eropa. Uniknya, Juventus sempat tidak diunggulkan sebelum Oktober karena mereka melorot ke papan tengah.

Gelar juara itu diperoleh Juventus melalui tangan klub AS Roma, tepatnya melalui pemain AS Roma Radja Nainggolan.

Radja Nainggolan mencetah gol tunggal kemenangan AS Roma atas Napoli. Gol itu menutup peluang Napoli untuk mengejar selisih poin dari Juventus dalam daftar klasemen sementara Liga Serie A.

Padahal sebelumnya, Napoli hanya bisa meraih kemenangan dari empat pertandingan tersisa untuk menghidupkan kans merebut gelar juara Serie A.

Dalam pertandingan ke-35, Napoli hanya memperoleh 73 poin, atau tertinggal 12 poin dari Juventus. Dengan sisa tiga pertandingan, tidak mungkin Napoli mengejar selisih poin dengan Juventus.

Hasil kemenangan 1-0 atas Napoli membuat AS Roma kini mantap di posisi tiga besar dengan 71 poin. Bahkan, tidak menutup kemungkinan AS Roma mengejar Napoli di urutan kedua karena hanya selisih dua poin dengan tiga pertandingan tersisa.

Bagi Juventus, ini menjadi gelar juara Liga Serie A kelima berturut-turut. Bagi kapten Juventus, Gianluigi Buffon, scudetto kali ini begitu indah. Meraih gelar juara Serie A dengan masih menyisakan tiga pertandingan.

Apalagi, musim ini Juventus sempat terseok-seok di awal. Gelar juara nyaris menjauh, ketika pada Oktober lalu, Juventus hanya memperoleh 12 poin dari 10 pertandingan dan membuat mereka melorot ke papan tengah.

Namun selanjutnya Juventus membuat langkah menakjubkan. Selama 25 pertandingan berikutnya, mereka hanya kehilangan dua poin dan kini memastikan merebut gelar Serie A ke-32.

"Ini (gelar) yang luar biasa indah. Karena ini sempat tidak terduga, dan begitu sulit," kata Buffon.

"Kami menunjukkan kematangan teknik dan mental yang tidak ditemukan di klub-klub lain. Kami lantas berpikir untuk membuat perubahan bahkan ketika kami melorot ke posisi 15. Tapi untuk meraih itu, kami harus kerja keras dan penuh harga diri."

"Determinasi adalah bagian dari klub ini, dari para rekan-rekan muda setimku, yang sudah menyatu secara baik dengan pemain tua." (Soccerway) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!