Fernando Torres. (Foto: Commons Creative/Wikimedia/*)

KBR - Mencetak gol satu-satunya bagi Atletico Madrid, lalu diusir sebelum babak pertama usai, dan timnya kalah adalah hari paling buruk sepanjang karir sepakbola Fernando Torres.

Pesepakbola asal Spanyol itu mengungkapkan kegundahannya melalui akun Twitter @Torres, usai pengalaman buruk itu saat menghadapi Barcelona di babak perempat final Liga Champions Eropa.

Dalam pertandingan di Stadion Camp Nou Catalunya, Atletico Madrid unggul lebih dulu melalui gol Fernando Torres di menit ke-25. Namun petaka datang 10 menit kemudian. Wasit mengeluarkan kartu kuning bagi Torres berselang empat menit setelah ia mencetak gol. Lalu, sekitar enam menit kemudian ia mendapat kartu kuning kedua dan harus keluar dari lapangan.

Di babak kedua, Barcelona berbalik menguasai keadaan, hingga Luis Suarez berhasil mencetak dua gol hanya dalam selang 11 menit. Juara bertahan Liga Champions Eropa itu pun memetik kemenangan 2-1 pada pertandingan pertama melawan Atletico. Agregat 2-1 menjadi bekal bagi Barcelona untuk menjalani laga kedua di markas Atletico pekan depan.

"Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini, tapi saat ini mari kita (bersiap menghadapi Barcelona) ke Vicente Calderon untuk membalik keadaan," begitu kicau Fernando Torres lewat akun Twitter @Torres.

"Ini adalah salah satu hari terburuk sepanjang karir saya sebagai pesepakbola," kata Torres dalam wawancara usai pertandingan. "Saya sedih karena kami tinggal 10 pemain."

"Dengan ini saya merasa bertanggung jawab karena membuat tim tidak bisa memenangi pertandingan. Saya yakin, dengan 11 pemain hasilnya akan berbeda."

"Tapi saya bangga terhadap permainan tim ini. Hasilnya tidak begitu buruk. Di Calderon, segala sesuatu masih mungkin terjadi," kata Torres.

Torres juga menyesalkan keputusan Asosiasi Sepakbola Uni Eropa UEFA yang mengubah kostum dua tim. Meski bermain di Nou Camp, dua tim itu tidak mengenakan kostum utama melainkan kostum kedua. UEFA meminta kedua klub menggunakan seragam kostum kedua, baik pada pertandigan pertama maupun pertandingan kedua nanti dengan alasan agar lebih mudah diawasi oleh wasit maupun penonton.

"Ini konyol, UEFA mengubah kostum kami dan seperti menganggap wasit gagal mengawasi pertandingan di babak perempat final," kata Torres.

Alih-alih mengenakan seragam merah hitam, Barcelona menggunakan kostum warna kuning strip merah. Sementara, Atletico Madrid yang biasa menjalani laga utama dengan kostum putih strip merah, harus menggunakan kostum warna biru tua.

Editor:  Citra Dyah Prastuti

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!