UEFA Terapkan Aturan Baru Undian Liga Champions

UEFA merilis aturan baru terkait undian Liga Champions yang akan membuat tujuh juara liga top Eropa tergabung dalam pot unggulan bersama dengan juara bertahan.

Kamis, 23 Apr 2015 07:16 WIB

KBR - UEFA merilis aturan baru terkait undian Liga Champions yang akan membuat tujuh juara liga top Eropa tergabung dalam pot unggulan bersama dengan juara bertahan. Saat ini, delapan tim yang masuk ke dalam pot unggulan merupakan tim dengan koefisien tertinggi dalam lima musim terakhir kiprah mereka di turnamen antar benua biru.

Sebagai contoh, Manchester City yang merupakan juara Liga Primer Inggris musim lalu, mengawali Liga Champions tahun ini bukan sebagai unggulan melainkan dari pot kedua. Justru Arsenal yang menempati posisi keempat liga domestik masuk ke dalam pot unggulan. Namun jalur tersebut dipastikan UEFA tidak akan diterapkan kembali untuk musim depan. 

Skenario khusus akan dijalankan apabila ada tim yang menjuarai Liga Champions dan liga domestik bersamaan, maka slot terakhir akan diisi oleh juara liga yang berperingkat kedelapan UEFA. Delapan liga dengan koefisien teratas Eropa saat ini secara berurutan adalah Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, Portugal, Prancis, Rusia dan Ukraina. (goal)

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.