ilustrasi

Bayer Leverkusen membatalkan kontrak Emir Spahic setelah pemain itu menanduk pengawas pertandingan saat klubnya kalah dari Bayern Munich di ajang DFB-Pokal. 

Tak lama setelah tersingkir melalui adu penalti, Spahic tertangkap kamera terlibat keributan dengan petugas pertandingan. Pemain belakang itu berusaha menanduk salah satu petugas. Spahic mengklaim berusaha melindungi saudaranya, yang mendapat cemoohan dari petugas keamanan. 

Kantor jaksa setempat membuka penyelidikan atas kasus ini, sementara Leverkusen langsung bergerak cepat dengan membatalkan kontrak pemain itu. Petinggi klub Michael Schade memuji kinerja pemain berusia 34 tahun itu, namun klub tak punya pilihan selain berpisah dengannya. 

“Emir Spahic menunjukkan kinerja terbaiknya bersama Bayer. Namun, insiden terakhir membuat kami tak punya pilihan. Beredarnya video itu membuat kami semua kaget dan marah. Kami tak mau menunggu keluarnya hasil penyelidikan, klub sudah mengambil keputusan untuk memecatnya,” kata Schade. 

Spahic mengaku bertanggung jawab atas insiden itu dan sudah meminta atas kelakuannya tersebut. 

“Saya menyesali tindakan itu. Saya ingin minta maaf pada korban dan keluarganya. Saya sadar telah membuat klub terlibat dalam masalah besar,” kata Spahic. 

“Pelatih Roger Schmidt, manajer Jonas Boldt, direktur olahraga Rudi Voller dan CEO Michael Schade selalu mendukung saya. Sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari tim ini.” (goal) 

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!