Ribut dengan Petugas, Leverkusen Pecat Emir Spahic

Bayer Leverkusen membatalkan kontrak Emir Spahic setelah pemain itu menanduk pengawas pertandingan saat klubnya kalah dari Bayern Munich di ajang DFB-Pokal.

Senin, 13 Apr 2015 06:45 WIB

ilustrasi

Bayer Leverkusen membatalkan kontrak Emir Spahic setelah pemain itu menanduk pengawas pertandingan saat klubnya kalah dari Bayern Munich di ajang DFB-Pokal. 

Tak lama setelah tersingkir melalui adu penalti, Spahic tertangkap kamera terlibat keributan dengan petugas pertandingan. Pemain belakang itu berusaha menanduk salah satu petugas. Spahic mengklaim berusaha melindungi saudaranya, yang mendapat cemoohan dari petugas keamanan. 

Kantor jaksa setempat membuka penyelidikan atas kasus ini, sementara Leverkusen langsung bergerak cepat dengan membatalkan kontrak pemain itu. Petinggi klub Michael Schade memuji kinerja pemain berusia 34 tahun itu, namun klub tak punya pilihan selain berpisah dengannya. 

“Emir Spahic menunjukkan kinerja terbaiknya bersama Bayer. Namun, insiden terakhir membuat kami tak punya pilihan. Beredarnya video itu membuat kami semua kaget dan marah. Kami tak mau menunggu keluarnya hasil penyelidikan, klub sudah mengambil keputusan untuk memecatnya,” kata Schade. 

Spahic mengaku bertanggung jawab atas insiden itu dan sudah meminta atas kelakuannya tersebut. 

“Saya menyesali tindakan itu. Saya ingin minta maaf pada korban dan keluarganya. Saya sadar telah membuat klub terlibat dalam masalah besar,” kata Spahic. 

“Pelatih Roger Schmidt, manajer Jonas Boldt, direktur olahraga Rudi Voller dan CEO Michael Schade selalu mendukung saya. Sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari tim ini.” (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.