Klub Inggris QPR menggelar penyelidikan internal terkait insiden saat kalah dari rival sekota London Chalsea, akhir pekan lalu, dimana Branislav Ivanovic menjadi korban melemparan korek api. 

Pemain belakang asal Serbia itu tengah merayakan gol yang dicetak Cesc Fabregas yang membuat Chelsea unggul 1-0 dalam laga di Loftus Road. Kemenangan itu membuat Chelsea unggul tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen Liga Primer. 

Teyangan televisi menunjukkan Ivanovic memegangi lehernya setelah terkena lemparan korek api. Benda-benda lain juga dilempar ke arah pemain Chelsea. QPR, yang tengah berjuang terhindar dari degradasi, memastikan para pelakunya terancam mendapat sanksi tak boleh masuk stadion dan kasusnya dibawa ke polisi. 

Juru bicara QPR menyebut pihaknya tengah mempelajari rekaman video untuk mengindentifikasi pelaku pelemparan. Klub juga menguntuk keras aksi ini. 

“Kami tak memberikan toleransi terhadap aksi-aksi seperti ini. Jika pelakunya sudah diketahui, dia akan dilarang menyaksikan langsung pertandingan dan kami akan melaporkan kasus ini ke kepolisian,” kata juru bicara itu. 

“Klub masih menunggu informasi dari FA terkait laporan wasit di pertandingan itu dan bekerja sama dengan mereka untuk memastikan kejadian seperti ini tak terulang kembali.” (goal) 

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!