Pukul Pemain Lawan, German Denis Dihukum Lima Pertandingan

Upaya Atlanta untuk terhindar dari degradasi Serie A diperburuk oleh hukuman lima pertandingan yang diterima penyerang German Denis karena menyerang pemain lawan

Selasa, 28 Apr 2015 07:11 WIB

German Denis (foto: forzaitalianfootball.com)

Upaya Atlanta untuk terhindar dari degradasi Serie A diperburuk oleh hukuman lima pertandingan yang diterima penyerang German Denis karena menyerang pemain lawan dalam laga melawan Empoli, akhir pekan lalu. 

Denis mencetak gol di menit ke-93 untuk menyamakan kedudukan dan membuat Atlanta terpaut tujuh poin dari tiga tim terbawah. Namun kini dia tak bisa lagi memberi kontribusi untuk klubnya. 

Pengadilan Serie A menyatakan Denis mengancam akan membunuh pemain belakang Empoli Lorenzo Tonelli dan keluarganya. Penyerang veteran itu juga menyerbu ke ruang ganti tim lawan dan memukul wajah Tonelli. 

Pemain berusia 33 tahun itu sudah mencetak delapan gol di musim ini. Atalanta, yang dilatih Edy Reja, berada di peringkat 17 klasemen sementara. Mereka akan menghadapi klub urutan kedua dari bawah Cesena dalam laga pertengahan pekan ini. 

Tonelli pernah dihukum satu pertandingan karena terlibat dalam perkelahian. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.