Presiden Barca Terancam Penjara Dua Tahun

Pengacara yang mewakili Spanyol merekomendasikan agar Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu dihukum penjara dua tahun karena melakukan penipuan keuangan terkait transfer pemain Brasil Neymar.

Selasa, 14 Apr 2015 06:29 WIB

Pengacara yang mewakili Spanyol merekomendasikan agar Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu dihukum penjara dua tahun karena melakukan penipuan keuangan terkait transfer pemain Brasil Neymar. 

Bulan lalu, jaksa menuntut hukuman penjara bagi Bartomeu dan bekas petinggi klub Sandro Rosell, yang mengundurkan diri pada Januari 2014 karena kontroversi transfer Neymar. 

Bartomeu selalu menegaskan dirinya tak bersalah dan menyebut Rosell sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembelian Neymar dari Santos pada 2013. 

Namun, pengacara Spanyol meminta agar Bartomeu dihukum penjara selama dua tahun dan tiga bulan. Sementara Rosell dipenjara selama enam tahun dan sembilan bulan. 

Para pengacara, yang mewakili otoritas pajak Spanyol, juga menyebut Barcelona terlibat tiga pelanggaran keuangan dari 2011 sampai 2014, dan menuntut uang kompensasi dari klub itu sebesar Rp 155 miliar. 

Mereka menyebut Barca sengaja menyembunyikan pembayaran pajak untuk transfer Neymar sebesar Rp 177 miliar. Awalnya, Barca menyebut transfer itu hanya sebesar Rp 779 miliar. Namun meningkat menjadi Rp 1,3 triliun jika memasukkan nilai pajak yang disembunyikan. 

Jika dinyatakan bersalah, Barca terancam denda Rp 303 miliar, Rosell sebesar Rp 343 miliar dan Bartomeu terancam denda 51 miliar. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Ombudsman RI Temukan Pungli di Pasar Tanah Abang Hingga Rp1 Juta

  • Insentif GTT di Banyuwangi Naik Tiga Kali Lipat
  • Tarif Listrik Naik, Partai Oposisi Bangladeh Serukan Mogok Massal
  • Politikus Jepang Bawa Anak ke Sidang Dewan Dikritik

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing