Pendukung Kroasia Dilarang Masuk Stadion

Kroasia harus menjalani laga kualifikasi Euro 2016 melawan Italia tanpa disaksikan pendukungnya. Hal terjadi setelah fans Kroasia membuat kerusuhan saat menang 5-1 atas Norwegia.

Jumat, 10 Apr 2015 13:30 WIB

Kroasia harus menjalani laga kualifikasi Euro 2016 melawan Italia tanpa disaksikan pendukungnya. Hal terjadi setelah fans Kroasia membuat kerusuhan saat menang 5-1 atas Norwegia. 

Komisi disiplin UEFA menyebut, pendukung Kroasia terbukti melakukan pelecehan rasial dan menyalakan serta melempar kembang api saat kaga Grup H di stadion Maksimir, Zagreb pada 28 Maret lalu. UEFA juga menjatuhkan denda kepada Federasi Sepak Bola Kroasia sebesar Rp 693 juta. 

Laga melawan Norwegia itu juga harus dilaksanakan dalam kondisi stadion ditutup setengah meyusul kerusuhan saat Kroasia bermain imbang 1-1 melawan Italia di San Siro pada November tahun lalu. 

Federasi Sepak Bola Kroasia diperintahkan mengosongkan 8000 tempat duduk setelah pendukung mereka mengganggu jalannya pertandingan di San Siro dengan melempar kembang api ke lapangan. (toronto sun) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.