Mandzukic: Carvajal Tak Gigit Saya

Penyerang Atletico Madrid Mario Mandzukic membantah laporan bahwa pemain belakang Real Madrid Dani Carvajal telah menggigitnya

Kamis, 16 Apr 2015 07:48 WIB

Mario Mandzukic

Penyerang Atletico Madrid Mario Mandzukic membantah laporan bahwa pemain belakang Real Madrid Dani Carvajal telah menggigitnya saat kedua tim bertemu di laga pertama babak perempat final Liga Champions di Vicente Calderon, Rabu (15/4/2015). 

Keduanya bertabrakan di kontak penalti Real di babak kedua dalam laga yang berakhir imbang 0-0 itu. Pasca kejadian itu beredar kabar bahwa Carvajal telah menggigit pemain Kroasia tersebut. 

Dani Carvajal langsung membantah kabar itu di akun Twitternya. Namun, UEFA tetap memutuskan untuk menyelidiki kasus ini. Kini, Mandzukic ikut buka suara dan membela pemain belakang Real Madrid itu. 

“Pertandingan kemarin sangat ketat bagi kedua tim. Tapi, bagi saya, tak ada kontroversi dalam laga itu. Tak ada gigitan, tak ada apa-apa,” tulis Mandzukic di Twitter. 

Mandzukic juga menjadi pemberitaan di laga tersebut setelah bekas pemain Bayern Munich itu mengalami luka di wajah akibat disikut Sergio Ramos. Mandzukic menuding Ramos sengaja melakukan hal itu. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi