Kemenpora Izinkan QNB League tanpa Arema dan Persebaya

Liga QNB dapat terus berlanjut asal Arema Cronus dan Persebaya tidak diikutsertakan.

Kamis, 23 Apr 2015 09:25 WIB

Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR,Jakarta – Liga QNB dapat terus berlanjut asal Arema Cronus dan Persebaya tidak diikutsertakan. Juru bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto mengatakan, PT.Liga selaku operator harus lebih mementingkan 16 klub peserta lain supaya kompetisi dapat terus bergulir. 

Gatot menambahkan, saat ini Kemenpora belum menentukan tim transisi pasca Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan KONI menolak menjadi pengawas kompetisi kasta tertinggi itu.

"KOI dan KONI tidak bisa dipaksa menjalankan kompetisi. Lagipula tugas tim transisi itu kan hanya supervisi. Jadi dia itu headnya saja," kata Gatot Dewa Broto kepada KBR, Kamis (23/4/2015). 

Juru bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto mengatakan, hingga saat ini belum ada teguran dari FIFA terkait pembekuan PSSI. Kata Gatot, Kemenpora sudah memberikan argumentasi kepada FIFA terkait alasan pembekuan PSSI dan memberitahu bahwa kompetisi terus bejalan.

Editor: Antonius Eko  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.