Menteri Pemuda Dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan)bertemu dengan pengurus 18 klub sepakbola di Kementerian Pemuda Dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Senin (27/4). ANTARA FOTO

KBR, Balikpapan – Sejumlah pemain asing klub Persiba Balikpapan mulai khawatir lantaran kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 tidak jelas kapan akan kembali bergulir. Hal itu diungkapkan, pemain asal Mali Amadou Gakou.

Bekas pemain Persiku Kudus musim 2014 lalu itu mengatakan, jika tak bertanding maka mereka tidak akan memiliki uang. Karena selama ini sebagai pemain sepakbola profesional, mereka hanya mengantungkan hidupnya ketika bermain sepakbola.

Dia khawatir, gajinya akan dipotong karena Managemen Persiba merasa rugi, jika kompeitisi tertunda hingga beberapa bulan. Bahkan kontraknya terancam diputus, jika kompetisi ISL musim ini akhirnya tidak berlanjut.

“Kalau enggak ada main kasihan (aku), kalau ada main ada uang, ada motivasi, ada jaminan (hidup), ada bonus ya kan (kalau menang), kalau enggak ada? Aku kerjanya itu bola, aku pemain bola, aku main bola, kalau enggak ada bola (kompetisi) bagimana?,” kata Amadou Gakou Kamis (30/4/2015) pagi.

Pemain Persiba Balikpapan asal Slowakia Roman Golian bahkan hanya akan menunggu hingga Desember 2015 dan kemungkinan akan meninggalkan Indonesia dan mencari klub diluar, saat transfer pemain mulai dibuka awal 2016.

Managemen Persiba pun terpaksa meliburkan para pemain hingga  ada keputusan kapan kompetisi ISL akan kembali digelar.

Sebelumnya Managemen Persiba Balikpapan mengancam akan memotong gaji pemain jika kompetisi tertunda dua hingga tiga bulan. Pasalnya, Managemen Persiba merasa rugi, jika harus membayar gaji pemain, sedangkan kompetisi tidak berjalan.

Bahkan  Managemen Persiba Balikpapan juga mengancam akan memutus kontrak pemain, jika akhirnya kompetisi ISL musim ini benar-benar tak kembali bergulir, akibat kisruh PSSI dan Kemenpora.



Editor: Quinawaty Pasaribu
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!