Gauli Perempuan di Bawah Umur, Johnson Diseret ke Pengadilan

Pemain sayap Sunderland Adam Johnson mendapat empat dakwaan terkait pencabulan terhadap gadis di bawah umur.

Jumat, 24 Apr 2015 09:47 WIB

Adam Johnson (foto: mirror)

Pemain sayap Sunderland Adam Johnson mendapat empat dakwaan terkait pencabulan terhadap gadis di bawah umur. 

Polisi sempat menahan pemain berusia 27 tahun itu pada Maret lalu atas tuduhan melakukan aktivitas dengan seorang gadis berusia 15 tahun. Namun  penahanannya ditangguhkan dan dia bisa bermain melawan West Ham, Newcastle dan Crystal Palace. 

Kepolisian Durham menyatakan, Adam Johnson akan hadir di pengadilan Peterlee pada 20 Mei mendatang. Pengadilan terhadap Johnson itu bertepatan dengan jadwal laga Sunderland melawan Arsenal di Liga Primer. 

Johnson bermain untuk Timnas Inggris di level senior sejak 2010 dan hingga saat ini telah bermain sebanyak 12 kali untuk Three Lions dengan mencetak dua gol. Sebelumnya dia sempat memperkuat Timnas Inggris U-19 dan U-21.

Di level klub, sebelum merumput bersama Sunderland, dia bermain untuk Middlesbrough, Leeds United, Watford, dan Manchester City. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.