Gagal Bertanding, Persebaya Surabaya Tuntut BOPI ke Pengadilan

Manajer Persebaya Gede Widiade mengatakan, tuntutan itu terkait tidak dikeluarkannya izin pertandingan Persebaya melawan Persiba oleh Polda Jatim yang rencananya digelar hari Minggu besok.

Sabtu, 25 Apr 2015 21:07 WIB

persebaya

Ilustrasi : pemain Persebaya. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR,Jakarta - Manajemen Persebaya Surabaya akan menuntut Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Manajer Persebaya Gede Widiade mengatakan, tuntutan itu terkait tidak dikeluarkannya izin pertandingan Persebaya melawan Persiba oleh Polda Jatim yang rencananya digelar hari Minggu (26/4/2015) besok.

Menurut Gede, pembatalan pertandingan menyebabkan timnya rugi miliaran rupiah karena sudah mengeluarkan biaya persiapan hingga sewa lapangan Gelora Bung Tomo. Selain itu, mental para pemain juga turun akibat pembatalan itu. Bahkan kata dia, timnya terancam ditinggalkan oleh sponsor.

"Nanti biarkan pengadilan yang memutuskan. Apakah kami wajar menuntut ataukah memang keputusan BOPI yang keterlaluan. (Gugatan sudah diajukan?) Sudah. Sebentar lagi sudah kami siapkan. Senin atau selasa mungkin," kata Gede Widiade saat dihubungi KBR, Sabtu (25/4/2015).

Hari ini Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, izin pertandingan Persebaya melawan Persiba Balikpapan tidak dikeluarkan. Izin untuk Persebaya tidak dikeluarkan berdasarkan instruksi Kemenpora dan BOPI yang menyatakan Persebaya tidak layak ikut kompetisi QNB. Meski dipastikan tak dapat izin tanding, Gede Widiade mengaku akan terus melakukan persiapan untuk pertandingan selanjutnya.

Editor: Anto Sidharta 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Keberatan Laporan BPK Dijadikan Barang Bukti Praperadilan

  • Kuasa Hukum Setya Novanto Bantah Ajukan Bukti Hukum Ilegal
  • Pemerintah Kaji Opsi Pemindahan Lokasi Rapat IMF-World Bank
  • Bawa Keranda Mayat, Petani Cilacap Tolak Pengurukan Lahan