Keputusan FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pihak meminta digelarnya proses pemilihan ulang. 

Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pada Desember 2010. Namun maraknya laporan pelanggaran HAM dan kematian sejumlah pekerja migran memunculkan tekanan agar FIFA memindahkan tempat penyelenggaran Piala Dunia itu. 

Selain itu, penunjukkan Qatar membuat jadwal putaran final yang biasanya dilaksanakan pada Juni-Juli bakal digeser ke November dan Desember untuk menghindari cuaca panas di negara itu. 

Kini, Dewan Uni Eropa bakal membahas rencana untuk mengajukan petisi ke FIFA dan meminta agar diselenggarakan pemilihan ulang untuk tuan rumah Piala Dunia 2022. Hal ini muncul setelah Dewan Eropa menemukan dugaan suap terkait terpilihnya Qatar. 

Harian Sunday Times menemukan adanya aliran dana sebesar Rp 52 triliun dari bekas ketua asosiasi sepak bola Qatar dan Presiden AFC Mohamed Bin Hammam kepada sejumlah federasi sepak bola di seluruh dunia. (goal) 

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!