FIFA Didesak Pilih Ulang Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Keputusan FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pihak meminta digelarnya proses pemilihan ulang.

Rabu, 22 Apr 2015 10:10 WIB

Keputusan FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pihak meminta digelarnya proses pemilihan ulang. 

Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pada Desember 2010. Namun maraknya laporan pelanggaran HAM dan kematian sejumlah pekerja migran memunculkan tekanan agar FIFA memindahkan tempat penyelenggaran Piala Dunia itu. 

Selain itu, penunjukkan Qatar membuat jadwal putaran final yang biasanya dilaksanakan pada Juni-Juli bakal digeser ke November dan Desember untuk menghindari cuaca panas di negara itu. 

Kini, Dewan Uni Eropa bakal membahas rencana untuk mengajukan petisi ke FIFA dan meminta agar diselenggarakan pemilihan ulang untuk tuan rumah Piala Dunia 2022. Hal ini muncul setelah Dewan Eropa menemukan dugaan suap terkait terpilihnya Qatar. 

Harian Sunday Times menemukan adanya aliran dana sebesar Rp 52 triliun dari bekas ketua asosiasi sepak bola Qatar dan Presiden AFC Mohamed Bin Hammam kepada sejumlah federasi sepak bola di seluruh dunia. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.