Watford Tendang Arsenal dari Piala FA

Kekalahan ini merupakan kali pertama bagi Arsenal sejak Februari 2013.

Senin, 14 Mar 2016 10:11 WIB

Arsene Wenger

KBR - Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengakui kondisi timnya saat ini cukup menyedihkan setelah disingkirkan Watford 2-1 dari Piala FA. "Laju fantastis kami telah berakhir di hari di mana kami merasa jika performa kami sejatinya pantas berbuah kemenangan," ujar kepada BT Sport.

Pada laga perempatfinal di Emirates Stadium, Arsenal mampu menguasai pertandingan dengan 71 persen penguasahaan bola dan 20 percobaan dengan 4 di antaranya on target. Sedangkan Watford hanya menciptakan 7 percobaan. Meski begitu, The Hornet bermain lebih efisien memanfaatkan peluang. Dengan hasil ini, laju impresif Arsenal di Piala FA terhenti. Kekalahan ini merupakan kali pertama bagi Arsenal sejak Februari 2013.

Meski begitu, Wenger tak sungkan memberi kredit atas performa menawan Watford dalam membendung serangan The Gunners. "Kredit untuk Watford. Mereka menciptakan sejumlah peluang tapi mampu memaksimalkan semuanya menjadi gol. Arsenal menyedihkan, karena kami telah mengerahkan segalanya," tandasnya.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.