Persib: KLB PSSI Baiknya Digelar Usai Korupsi La Nyala Inkrah

Manajer PErsib Bandung, Umuh Muchtar menganggap La Nyala perlu diberi waktu untuk membuktikan tak bersalah di Pengadilan.

Kamis, 17 Mar 2016 15:03 WIB

Komisaris PT. PBB Kuswara S Taryono (kiri) memberikan tumpeng kepada pelatih Persib Bandung Dejan Antonic pada perayaan HUT ke-83 Persib Bandung, di Bandung, Jawa Barat, Senin (14/3). Foto ANTARA

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menyarankan agar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI digelar usai perkara korupsi yang menyeret Ketua federasi sepakbola nasional, La Nyala Matalitti berkekuatan hukum tetap. Menurutnya, La Nyala perlu diberi waktu untuk membuktikan tak bersalah di Pengadilan.

"Kalau sudah jelas, penetapan tersangkanya benar dan selesai. Ada sidang dan segala macam dan berapa tahun vonisnya. Barulah KLB," jelasnya saat dihubungi KBR, Kamis, 17 Maret 2016.

Meski begitu, menurut Umuh, sejumlah klub mendesak agar KLB segera digelar. "Saya tidak bisa mengatakan siapa-siapa saja. Dari sebelum La Nyalla, sudah ada beberapa klub dari 49 perwakilan klub yang bertemu di Ciamis beberapa waktu lalu," imbuhnya.

Sebelumnya, La Nyala ditetapkan tersangka korupsi dana hibah APBD Jawa Timur. Namun ia menegaskan tidak akan meletakan jabatan Ketua PSSI. Sesuai statuta FIFA, ia mengklaim, seseorang mundur dari kursi organisasi sepakbola setelah ditetapkan sebagai terpidana. Ia juga berencana mengajukan gugatan praperadilan, karena merasa menjadi korban kriminalisasi.

Editor: Damar Fery Ardiyan

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018