Ilustrasi. (Foto: fourthandfifteen/Flickr/Creative Commons)

KBR - Leicester City terus menjaga kans merengkuh gelar juara Liga Inggris untuk pertama kali, dengan memperlebar jarak dengan para pesaingnya.

Kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United cukup membuat klub asuhan pelatih Italia Claudio Ranieri kokoh di puncak klasemen sementara dengan keunggulan lima poin dari pesaing terdekatnya, Tottenham Hotspurs.

Sebelum pertandingan, pelatih Leicester City Claudio Ranieri menolak bila klubnya dikatakan sebagai favorit peraih gelar juara. Ranieri hanya menargetkan timnya bisa lolos ke zona Liga Eropa.

Namun menjelang menit-menit akhir pertandingan, Ranieri menunjukkan bahwa klub berjuluk The Fox itu mengejar lebih dari sekadar Liga Eropa.

Kini perebutan gelar juara yang tinggal menyisakan delapan pertandingan lagi seperti hanya tinggal persaingan antara Leicester City dengan Tottenham Hotspurs. The Fox berjarak cukup jauh, 11 poin, dari Arsenal yang berada di posisi tiga, dan berjarak 12 poin dari Manchester City di urutan empat.

"Memang ini bukan pertandingan terbaik kami. Tapi kami berhasil menunjukan semangat yang fantastik. Kami bertahan sangat baik," kata Ranieri usai meraih kemenangan atas Newcastle.

"Kini kami akan konsentrasi ke pertandingan berikutnya melawan Crystal Palace. Kami cukup kuat (tapi) kami hanya memikirkan satu pertandingan berikutnya saja. Setahap demi setahap, itu filosofi kami," lanjut Ranieri.

Melihat penampilan sepanjang musim 2015-2016, Leicester City layak menjadi kandidat terkuat juara Liga Inggris. Mereka hanya kalah sekali dalam 18 pertandingan terakhir di kandang sendiri.

Bekas pemain Leicester City, Gary Lineker menilai apa yang diraih klub itu musim ini seperti menentang akal sehat dan berada di ambang batas keabadian dunia olahraga. Ini melihat capaian sebelumnya, dimana Leicester City nyaris terdegradasi ke kompetisi kasta kedua. Namun kini, saat Liga Inggris menyisakan delapan pertandingan, Leicester sudah mengumpulkan 63 poin.

"Sesuatu yang luar biasa sedang terjadi di dunia sepakbola," kata Lineker yang memang asli kelahiran Leicester dan kini menjadi presenter sepakbola BBC.

"Sesuatu yang menentang akal sehat, begitu magis. Sesuatu yang membuat saya merasa begitu emosional, karena ini terjadi pada tim saya. Tidak ada yang bisa menandinginya. Tidak ada," kata Lineker yang sebelumnya sempat meragukan kemampuan Ranieri.

Bekas Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson pun ikut berkomentar mengenai fenomena Leicester City. Pelatih yang sudah mengoleksi 13 gelar juara Liga, Sir Alex bahkan memperkirakan Leicester City bisa meraih juara pada 24 April, saat pertandingan menginjak pekan ke-35. Atau paling tidak pada 1 Mei mendatang.

"Saya percaya Leicester City bisa merengkuh juara saat pertandingan masih menyisakan tiga pertandingan," komentar Sir Alex.

Sir Alex memberi pujian kepada Claudio Ranieri dan asistennya, Steve Walsh. Terutama karena Walsh merupakan pemandu bakat yang berhasil merekrut para pemain kunci Leicester saat ini.

Diantara rekrutan Steve Walsh, selain Jamie Vardy dan Ryad Mahrez, ada nama yang menarik perhatian Sir Alex. Yaitu pemain tengah N'Golo Kante asal Prancis. Menurut Alex, Kante merupakan pemain terbaik Liga Inggris saat ini. (BBC/CNN/Dailymail)



 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!