Kurang dari Sebulan, PSSI Gulirkan ISL

Itu terkait putusan MA yang menolak kasasi dari Kemenpora

Selasa, 08 Mar 2016 19:28 WIB

Logo PSSI

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Induk sepak bola Indonesia PSSI tegaskan akan kembali menggelar kompetisi ISL dalam waktu kurang dari sebulan.  Hal tersebut menyusul putusan Mahkamah Agung yang menolak upaya kasasi yang dilakukan Kementerian Olahraga terkait pembekuan PSSI.

Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti Sebab kata dia, 21 hari sejak ditetapkannya putusan itu, surat keputusan pembekuan PSSI, yakni SK No 01307 Tahun 2015, dengan sendirinya tidak berlaku.

"Intinya, kalau SK 010307 Tahun 2015 tidak dicabut Menpora, 21 hari sejak tanggal kemarin maka otomatis sudah tercabut dengan sendirinya. Jadi kompetisi bisa berjalan, dan kita bisa mengabaikan SK itu," jelasnya saat dihubungi KBR, Selasa (03/08).

"Selanjutnya kami akan menyiapkan kompetisi ISL agar kembali dilaksanakan. Saya dulu sudah pernah dijanjikan oleh Kapolri, kalau putusan sudah inkracht, surat izin keramaian akan dikeluarkan," katanya lagi.

Selain itu, La Nyalla juga langsung menargetkan meneruskan pekerjaan PSSI yang tertunda selama pembekuan.

"Kami ingin menata kembali susunan kepengurusan yang sempat vakum selama diberlakukannya SK itu," imbuhnya.

Mahkamah Agung telah memutuskan untuk menolak pengajuan kasasi Menpora atas putusan banding PTUN Jakarta. Kasasi itu dilakukan pasca Hakim di PTUN Ujang Abdullah, mengabulkan seluruh gugatan PSSI terhadap Menpora. Putusan itu menganggap upaya pembekuan seluruh aktivitas PSSI, dianggap tidak sah.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.