Kasasi Kisruh PSSI, Kemenpora Jemput Bola Ke MA

Kemenpora mengirimkan utusan ke Mahkamah Agung (MA) untuk meminta salinan putusan kasasi Menpora.

Kamis, 10 Mar 2016 14:41 WIB

Tulisan PSSI di Kantor PSSI Senayan, Jakarta. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengirimkan utusan ke Mahkamah Agung (MA) untuk meminta salinan putusan kasasi Menpora Imam Nahrawi. Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan, langkah ini dilakukan agar pihaknya mengetahui detail putusan MA.

Ia khawatir, jika tak dijemput, pengiriman salinan putusan membutuhkan waktu berbulan-bulan. "Beri kami waktu untuk mendapatkan petikan amar putusan itu sendiri, kami pro aktif kami berusaha untuk jemput bola. Sudah ke MA ? tim kuasa hukum kami belum laporan lagi," jelas Gatot S Dewa Broto kepada KBR, Kamis (10/3/2016).

Meski begitu, Gatot membantah jika upaya tersebut untuk mempercepat proses Peninjauan Kembali (PK) putusan Mahkamah Agung. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum memutuskan langkah apapun terkait putusan MA tersebut.

"Jelas kami akan mematuhi putusan MA tersebut karena sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Dan seandainya kami mempertimbangkan, sekali lagi mempertimbangkan ya, bukan berarti jalan. Itupun kita lihat alasannya ada tidak, kan itu harus kondisi luar biasa dan alasan khusus," imbuhnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak pengajuan kasasi Menpora Imam Nahrawi atas putusan banding PTUN Jakarta. Kasasi itu dilakukan pasca Hakim di PTUN Ujang Abdullah, mengabulkan seluruh gugatan PSSI terhadap Menpora. Putusan itu menyebut, pembekuan seluruh aktivitas PSSI dianggap tidak sah.

Menanggapi putusan ini, PSSI memastikan akan segera menggelar kembali kompetisi ISL. Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti beralasan, surat keputusan pembekuan PSSI dengan sendirinya tidak berlaku, terhitung 21 hari sejak ditetapkannya putusan itu.

(Nurika Manan)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan