Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi menggalang dana untuk Rio Haryanto di F1. Foto: Ade Irmansyah

KBR, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) menggalang dana untuk mendukung pebalap Rio Haryanto di ajang adu jet darat Formula 1. Menpora, Imam Nahrowi mengatakan penggalangan dana ini merupakan inisiatif pegawai Kemenpora. "Inti dari acaranya adalah rasa ingin berkontribusi kepada Rio, nilai semangatnya yang kita cari. Jangan lihat dari jumlahnya nanti. Coba wartawan lihat wajah-wajah PNS Menpora. Tidak ada yang terpaksa, karena ini memang sukarela. Kemenpora harus memberi contoh," ujarnya di Wisma Menpora, Senin, 7 Maret 2016.

Imam pun memastikan tidak melakukan pemotongan gaji pegawai negeri Kemenpora. Meski begitu, dia berharap masyarakat pun memberikan bantuan untuk Rio. Ini lantaran, kata dia, Indonesia adalah Negara Ketimuran yang memiliki adat dan tradisi saling menolong, membantu, mengulurkan tangan, menyalurkan tenaga, dan uang untuk sesamanya.  

"Kami kemenpora hanya menjadi juru bicara Rio Haryanto, ayo bangsa Indonesia, mari kita bantu dengan bantuan apapun yang bisa kita lakukan. Sekali lagi saya tekankan bahwa ini bukan paksaan. Kita yang butuh Rio, bukan Rio yang butuh kita. Hal ini juga bakal kita lakukan kepada siapa pun pemuda Indonesia dari cabang olahraga apapun yang bakal mengharumkan nama Indonesia," ujarnya.

Kemenpora menyiapkan rekening khusus untuk menjaring bantuan masyarakat. Rekening tersebut adalah rekening Bank Mandiri, cabang Jakarta gedung pusat Kehutanan dengan nomor rekening 122-0000-882-012. Dia menjanjikan transparansi dan memastikan sumber pengumpulan dana ini bisa diakses publik.

Untuk bisa berlaga di Formula 1 di bawah bendera tim Manor Racing, Rio Haryanto harus menyerahkan uang sponsor sebesar 15 juta euro atau setara Rp 225 miliar. Saat ini, uang yang sudah terkumpul  untuk Rio berasal dari Pertamina yang sudah menggelontorkan uang sebesar 5,5 juta Euro atau setara dengan Rp 75 miliar. Sedangkan Kemenpora berjanji bakal menggelontorkan uang sebesar Rp 50 miliar. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!