Pebalap Formula 1 dari Manor Racing, Rio Haryanto memacu mobil MRT05 saat tes di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, Selasa (1/3). (Foto:Antara)

KBR, Jakarta- Keluarga pebalap Rio Haryanto keberatan pemotongan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Indah PennywatiIbunda Rio, menyatakan tidak bisa menerima dana patungan PNS Kementerian Pemuda dan Olah Raga yang dikumpulkan hari ini untuk menutupi kekurangan dana sponsor anaknya.

Pasalnya kata dia, selain masih banyaknya gaji PNS Kemenpora yang masuk dalam kategori kecil, yang anaknya butuhkan adalah sponsor dari perusahaan swasta atau BUMN secara profesional. Meski demikian  keluarga,   mengapresiasi usaha Kemenpora tersebut.

Dia menganggap, ada sokongan  dari Kemenpora tersebut menjadi semangat tersendiri bagi anaknya  yang bakal berlaga di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.

"Yang seharusnya memberikan sponsor itu adalah dunia usaha, misalnya BUMN atau Kementerian Pariwisata yang bisa menempelkan logo wonderfull Indonesia yang bisa mewakilkan nama Indonesia disana gitu. Jadi ya tentunya Rio akan merasa ada beban kalau itu sampai merepotkan dari PNS Kemenpora gitu," Ujar Indah PennywatiIbunda Rio  di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (07/03).

Ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati menambahkan, dukungan yang diharapkan bagi anaknya terhadap masyarakat saat ini adalah doa agar bisa berlaga dengan baik di ajang tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olah Raga hari ini melakukan penggalangan dana untuk mendukung Rio Haryanto agar bisa berlaga di Formula 1. Menpora, Imam Nahrawi mengatakan, penggalangan dana ini merupakan inisiatif dari anak buahnya tanpa ada paksaan apapun. Dia juga memastikan pihaknya tidak melakukan pemotongan gaji anak buahnya di Menpora.

Menpora berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa melakukan hal sama untuk mendukung Rio.  Pasalnya kata dia, Indonesia adalah Negara Ketimuran yang memiliki adat dan tradisi saling menolong, membantu, mengulurkan tangan, menyalurkan tenaga, dan uang untuk sesamanya. Karena itu, ia yakin bahwa apa yang dilakukannya itu demi memajukan anak bangsa. 

Kadin dan BUMN

Kementerian Pemuda dan Olah Raga menemui Kamar Dagang Indonesia (KADIN) hari Ini dalam rangka untuk mencari dana sponsor untuk Rio Haryanto agar bisa berlaga di ajang Formula 1. Menpora, Imam Nahrawi  berharap Kadin bisa menjadi salah satu sponsor untuk Rio Haryanto.

Kemenpora juga secara khusus mengirimi surat kepada seluruh direktur utama BUMN. Kata Imam, Kemenpora bakal terus melakukan segala cara agar bisa menutupi kekurangan dana sponsorship bagi Rio. Dia memastikan, akan ada keuntungan tertentu bagi BUMN atau swasta apabila ingin menjadi sponsor. Salah satunya adalah penempelan logo perusahaan di Mobil Rio.

"Kami tidak akan pernah berhenti untuk meyakinkan pihak sponsor baik BUMN, saya juga kemarin berkunjung ke Garuda, setelah ini saya juga akan bertemu ketua Kadin, dan secara formal kami juga berkirim surat kepada seluruh direktur-direktur utama BUMN dan pengusaha-pengusaha nasional yang kita tahu mungkin mereka berkecukupan untuk membantu secara profesional. (Tanggapannya pak?) Ya tanggapannya positif lah, tapi karena ini menyangkut kebijakan internal masing-masing saya kira teman-teman bersabar sambil juga mendorong agar terjadi percepatan," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kemenpora.

Menpora, Imam Nahrowi menambahkan, ada kemungkinan Direksi Garuda akan mengalihkan dana sponsornya bagi club sepak bola Inggris Liverpool yang bakal berakhir Juni mendatang kepada Rio. Selain itu kata dia, beberapa BUMN juga bakal melakukan hal sama. Hanya saja dia masih enggan memberitahu BUMN apa saja itu.

Untuk bisa berlaga di Formula 1 di bawah bendera tim Manor Racing, Rio Haryanto harus menyerahkan uang sponsor sebesar 15 juta euro atau setara 225 miliyar rupiah. Saat ini, uang yang sudah terkumpul  untuk Rio berasal dari Pertamina yang sudah menggelontorkan uang sebesar 5,5 juta Euro atau setara dengan 75 miliar rupiah. Sedangkan Kemenpora berjanji bakal menggelontorkan uang sebesar 50 miliar rupiah.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!