Asosiasi Pebalap Minta F1 Kaji Ulang Aturan Baru

Format baru kualifikasi membingungkan.

Kamis, 24 Mar 2016 13:39 WIB

Ilustrasi Grand Prix (Foto: Telegraph)

Ilustrasi Grand Prix (Foto: Telegraph)

KBR - Asosiasi Pebalap Grand Prix (GPDA) menulis surat terbuka kepada pengelola balap mobil Formula 1 untuk mereformasi peraturan di olahraga itu.

Salah satu peraturan baru F1 yang banyak dikritik adalah tentang format baru kualifikasi yang dinilai membingungkan pebalap dan tim.  

Para pebalap di GPDA itu mengungkapkan ketidak senangan mereka terhadap perubahan-perubahan baru di kompetisi F1 musim ini. GPDA yang diwakili pebalap Sebastian Vettel, bekas juara dunia Jenson Button dan Alex Wurz menganggap perubahan regulasi yang diterapkan di F1 belakangna ini justru mengacaukan olahraga tersebut dan membuatnya tidak enak ditonton.

Asosiasi GPDA juga meminta agar pemilik F1 dan para pemangku kepentingan mempertimbangkan ada perombakan kepemimpinan di tubuh penyelenggaraan F1. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau