Maju Pilgub, Edy Rahmayadi Cuti dari PSSI

Edy mengatakan sebetulnya tidak ada aturan di PSSI yang mengharuskan dia untuk cuti. Namun, kata Edy, dia tidak ingin mengorbankan PSSI demi kepentingan pribadi.

Jumat, 09 Feb 2018 21:59 WIB

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. (Foto: ANTARA)

KBR, Medan - Edy Rahmayadi memutuskan cuti dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI, karena keikutsertaannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. 

Ia akan cuti mulai 12 Februari 2018, dimana KPU akan secara resmi memutuskan daftar peserta pilkada.

Edy Rahmayadi menegaskan ia tidak mau dianggap menggunakan jabatannya di PSSI untuk kepentingan pribadi sebagai bakal calon gubernur Sumatera Utara 2018.

"PSSI adalah mandat rakyat, untuk itu saya mengajukan cuti. Terhitung mulai pada saat saya dinyatakan resmi sebagai calon gubernur. Sebelumnya, saya tidak pernah menggunakan organisasi PSSI ini untuk kepentingan pribadi. Jadi kalau ada orang yang berbicara begitu, itu sangat salah," kata Edy di Medan, Jumat (9/2/2018). 

Edy mengatakan sebetulnya tidak ada aturan di PSSI yang mengharuskan dia untuk cuti. Namun, kata Edy, dia tidak ingin mengorbankan PSSI demi kepentingan pribadi. 

"Begitu banyak pekerjaan di PSSI. Tak mungkin saya berada di sini sedang melakukan kepentingan pribadi sehingga mengorbankan organisasi yang benar-benar ini mandat rakyat," katanya.

Edy akan resmi cuti dari jabatan Ketua Umum PSSI mulai 12 Februari hingga 31 Juni 2018. Nantinya, Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono akan menggantikan posisi Edy untuk sementara waktu. 

"Wakil Ketua PSSI, dan Sekjen sebagai pembantu utamanya serta para exco. PSSI sangat demokratis, tidak bisa memutuskan hal-hal tertentu tanpa ada sifat pembinaan untuk membangun organisasi," kata Edy. 

Edy Rahmayadi berduet dengan Musa Rajekshah di kontestasi Pilgub Sumut 2018. Pasangan ini diusung enam partai politik, yakni Golkar, Gerindra, PKS, PAN, NasDem, dan Hanura. 

Ia akan berhadapan dengan dua pasangan lain, yaitu Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus yang diusung PDI Perjuangan dan PPP, serta pasangan JR Saragih-Ance Selian yang diusung PKB, Partai Demokrat dan PKPI.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.