Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

KBR - Pertemuan Chelsea melawan Swansea City, Sabtu (25/2/2017) malam menjadi pertandingan yang sangat penting bagi Chelsea.

Bagi Chelsea, pertandingan itu penting untuk makin menjauh dari para pesaingnya di puncak klasemen Liga Inggris. Chelsea saat ini masih nyaman dipuncak, dengan keunggulan delapan poin dari lawan terdekatnya, Manchester City. Jika menang melawan Swansea, mereka akan menjauh dengan selisih 11 poin dari City.

Chelsea berkesempatan berkesempatan menjauh, karena pertandingan derby antara Manchester City vs Manchester United ditunda dari jadwal semula, Minggu 26 Februari 2017. Ini yang membuat manajer Manchester United Jose Mourinho tak nyaman, karena tidak ada kesempatan memperbaiki posisi mereka dari posisi enam klasemen sementara saat ini.

Begitu juga Arsenal, yang berada di posisi empat klasemen sementara. Pertandingan Arsenal melawan Southampton di St Mary Stadium ditunda dari jadwal semula Sabtu (25/2/2017).

Belum ada jadwal pasti kapan pertandingan tunda akan digelar, namun kemungkinan bakal diundur pekan depan. Penundaan dua pertandingan itu disebabkan karena City dan Southampton masuk final turnamen Piala EFL yang dijadwalkan digelar Mingu, 26 Februari 2017.

Hanya Tottenham Hotspurs (peringkat 3 klasemen) yang tetap akan bermain di kandang sendiri melawan Stoke pada Minggu (26/2/2017), dan Liverpool akan berkunjung ke markas Leicester City di hari ang sama.

Melawan Eks Chelsea


Namun, bagi Chelsea, pertandingan melawan Swansea sedikit tricky dan diwarnai pengalaman tidak menyenangkan. Diantaranya karena yang akan dihadapi adalah klub asuhan bekas pelatih Chelsea.

Manajer Swansea City, Paul Clement bukan orang baru di Chelsea. Ia pernah bekerja di Chelsea, pada 2007 sebagai tim pelatih Chelsea U16. Ia masuk ke tim senior Chelsea, mendampingi Guus Hiddink pada 2009. Karirnya sebagai asisten pelatih tetap berlanjut di Chelsea, meski pelatih Chelsea beralih ke Carlo Ancelotti. Ia turut mengangkat piala Liga Inggris yang dimenangi Chelsea pada tahun 2009-2011.

Clement menjadi pelatih baru Swansea pada 3 Januari 2017 lalu, menggantikan Bob Bradley yang dipecat manajemen klub.

Di sisi Paul Clement ada Claude Makelele, legenda Chelsea yang ikut mengantarkan Chelsea meraih lima trofi turnamen besar. Makelele menjadi asisten pelatih Paul Clement. Clement dan Makelele bukan orang asing, karena keduanya pernah menjadi tim pelatih di klub Paris Saint-Germain (PSG).

Pertemuan melawan Swansea kerap tidak menguntungkan bagi The Blues. Musim lalu, pada pertandingan pembuka, Chelsea ditahan imbang Swansea dengan skor 2-2. Pertandingan itu kemudian menjadi pemicu pemecatan Jose Mourinho dari kursi pelatih. Saat Chelsea dibawah pelatih sementara Guus Hiddink, Chelsea takluk 1-0 di Liberty Stadium.

Sementara di tahun 2013, Eden Hazard kena kartu merah ketika menendang petugas ball boy di semifinal Piala Liga, dimana Chelsea kalah dari Swansea.

Apalagi, Swansea City saat ini juga tidak bisa dianggap remeh. Dalam enam pertandingan terakhir di bawah asuhan Paul Clement, Swansea City menang empat kali. Termasuk menang 3-2 melawan Liverpool pada 21 Januari lalu. Itu yang membuat Paul Clement meraih penghargaan Premier League Manager of The Month pada Januari lalu.

Hasil cemerlang Swansea beberapa pertandingan terakhir inilah yang menyelamatkan klub itu dari zona degradasi, dan kini menempati posisi 15 klasemen sementara.

Pelatih baru Swansea City, Paul Clement kemungkinan bakal menggunakan pola 4-4-2, pola yang sama yang digunakan Clement ketika mengalahkan Liverpool di Stadion Anfield pekan lalu.

Paul Clement bakal memanfaatkan keunggulan bola-bola atas yang mereka miliki, karena lebih baik dari Chelsea. Dari statistik, Chelsea hanya berada di posisi 19 untuk catatan kemenangan atas serangan bola-bola atas, sedangkan Swansea lebih baik di posisi 12.

Tiga pemain belakang Chelsea, Cesar Azpilicueta, David Luiz atau Gary Cahill kurang begitu bisa diandalkan untuk menghadang serangan bola-bola atas. Hanya Cahill yang mungkin masih bisa melakukan penyelamatan melawan pemain jangkung Swansea, Fernando Llorente. Sedangkan Azpilicueta postur tubuhnya lebih pendek dari postur penyerang lawan.

Untuk menyuplai Llorente dengan umpan, kemungkinan Swansea bakal memainkan Martin Olsson di kiri dan kombinasi Wayne Routledge dan Kyle Naughton di kanan. Olsson kemungkinan bakal head-to-head melawan Victor Moses yang diandalkan Chelsea untuk menyumbat serangan lawan.

Sementara, Kyle Naughton harus siap mengadapi duo Chelsea, Eden Hazard dan Marcos Alonso. Saat ini Alonso masuk dalam daftar bek pencetak gol terbanyak dengan empat gol, sama dengan bek Everton Seamus Colemant. Sementara bek West Brom Garet McAuley masih di posisi teratas dengan lima gol.

Pertahanan Swansea bakal diuji dengan Trio penyerang Chelsea, Eden Hazard, Diego Costa dan Pedro. Di sini Swansea bakal mengandalkan Federico Fernandez sambil membayangi rekannya Naughton, juga be Alfie Mawson yang bakal diuji oleh Diego Costa. Sedangkan Martin Olsson bakal menghadang Pedro, jika ia tidak asyik menyerang dan tidak terlambat mundur ke garis pertahanan.

Yang masih jadi pertanyaan adalah kemungkinan mengenai kondisi fisik Thibaut Courtois, yang dikabarkan sakit.

Perkiraan pemain:

Chelsea (3-4-3):
Eden Hazard-Diego Costa-Pedro
Marco Alonso-Nemanja Matic-N'Glolo Kante-Victor Moses
Gary Cahill-David Luiz-Cesar Azpilicueta
Thibaut Courtouis

Swansea (4-4-2):
Fernando Lloriente-Gylfi Sigurdsson
Tom Caroll-Jack Cork-Leroy Fer-Luciano Narsingh
Martin Olsson-Alfie Mawson-Federico Fernandez-Kyle Naughton
Fabianski
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!