Tak Rela Rio Dibiayai Malaysia, Menpora Minta Pengusaha Lokal Jadi Sponsor

Kiprah Rio di ajang F1 harus dijadikan peluang untuk mempromosikan Indonesia di kancah dunia.

Kamis, 25 Feb 2016 21:41 WIB

Pebalap F1, Rio Haryanto (Foto: Pertamina)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Pemerintah  tidak rela apabila Malaysia Tourism Board (MTB) bakal mensponsori pebalap  Rio Haryanto yang akan berlaga di Formula 1 2016. Oleh  karena itu Menteri Pemuda Dan Olah Raga Imam Nahrawi,  mendorong pengusaha-pengusaha lokal bisa ikut membantu mensponsori Rio Haryanto. Meski kata dia tidak aturan yang melarang asing bisa menjadi sponsor cabang olah raga di Indonesia.

Kata Imam ini merupakan momen penting dan bagus bagi Indonesia, karena kiprah Rio di ajang F1 harus dijadikan peluang untuk mempromosikan Indonesia di kancah dunia.

"Kami terus melakukan upaya termasuk semoga dunia usaha Indonesia bisa masuk mensponsori. Karena meski olah raga bersama penyediaan sarana dan prasana olah raga itu bisa dari swasta dan asing tetapi saya berharap momentum Rio banyak dunia usaha kita terlibat menjadi sponsor," Ujar Menteri Pemuda Dan Olah Raga Imam Nahrawi  kepada wartawan di Istana Negara, Kamis (25/02). 

Imam melanjutkan, "kami terus melakukan persiapan terkait dengan APBN. Tetapi kita tidak bisa berdiri sendiri ini harus juga mendapat persetujuan kementerian keuangan dan komisi X DPR."

Menteri Pemuda Dan Olah Raga Imam Nahrawi menambahkan, jika dibandingkan dengan Visit Malaysia, pihaknya lebih berharap Rio dapat disponsori Wonderful Indonesia, program pemerintah yang mensponsori tempat wisata di Indonesia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Belum Temukan Pelaku Penyiraman Novel, Polisi Klaim Sudah Banyak Kemajuan

  • Dialog Jakarta Papua, Pemerintah Diminta Tak Abaikan Suara ULMWP
  • Dibanding Pekan Lalu, Pasien Difteri di RSPI Meningkat Nyaris Tiga Kali Lipat
  • 7 Narapidana Kabur Usai Potong Teralis Besi Lapas Binjai

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi