KBR, Jakarta- Pemerintah memastikan penyelesaian pembekuan PSSI baru akan dilakukan setelah bertemu Presiden dan Pengurus FIFA yang baru. Presiden Joko Widodo mengatakan, pihaknya bakal mengirimkan utusan dalam waktu dekat untuk bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Jokowi mengklaim,   sudah memiliki peta jalan atau road map terkait penyelesaian masalah PSSI tersebut. Namun demikian dia enggan membahas lebih jelas terkait langkah-langkah tersebut.

"Saya kan minta satu dua hari ini dan paling lambat hari ini harus dilaporkan. Tetapi bahwa penyelesaian PSSI itu nanti akan kita bicarakan dengan FIFA, karena kemarin FIFA sudah dapat ketua baru. Jadi segera kita akan kirim utusan untuk membicarakan hal ini," ujar Presiden Jokowi kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Senin (29/02). 

Jokowi melanjutkan, "kemudian mengenai pencabutan pembekuan PSSI ini tentu saja segera akan dilakukan setelah nanti kita ada kesepakatan dan bertemu dengan FIFA mengenai reformasi di dalam tubuh PSSI."

Presiden Joko Widodo  menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Kemenpora terkait masalah PSSI yang bakal dilaporkan hari ini. Dia berharap, dengan ini dunia persepakbolaan Tanah Air kembali berjaya di dalam negeri maupun di kancah internasional.?

Pada 17 April tahun lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membekukan PSSI melalui Surat pembekuan bernomor 01307 tahun 2015. ditandatangani langsung oleh sang menteri, Imam Nahrawi, per 17 April 2015.

Pembekuan dilakukan setelah sebelumnya Kemenpora melayangkan tiga surat peringatan   kepada PSSI. Isi surat itu adalah perintah agar Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Badan mengeluarkan surat larangan bertanding kepada Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya pada Liga Indonesia   2015. Kedua klub dinyatakan tak lolos verifikasi untuk mengikuti liga.

Akibar ricuh PSSI itu, FIFA pada 30 Mei 2015 menjatuhkan sanksi. Selama dihukum semua tim nasional maupun klub Indonesia dilarang terlibat dalam pertandingan internasional.


Editor: Rony Sitanggang

  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!