Luis Milla Pelatih Baru Timnas, PSSI Beri Target ini

"Salah satu kelebihannya Coach Luis Milla, dia pernah membawa tim U-21 Spanyol di tahun 2011 jadi juara Eropa."

Jumat, 20 Jan 2017 18:58 WIB

Pelatih baru Timnas Indonesia Luis Milla menunjukkan jersey Timnas usai memberikan keterangan pers di Kantor PSSI, Jakarta, Jumat (20/1). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)   menunjuk Luis Milla Aspas sebagai pelatih utama tim nasional Sepak Bola Indonesia. Sekretaris Jenderal PSSI Ade Wellington mengatakan, pelatih asal Spanyol tersebut dikontrak selama dua tahun.

Kata dia, bekas pelatih club liga Spanyol Real Zaragoza tersebut bakal menukangi timnas senior dan timnas u-23.

"Yang pasti dan ini juga salah satu kelebihannya Coach Luis Milla, dia pernah membawa tim U-21 Spanyol di tahun 2011 jadi juara Eropa. Dan passion untuk melatih pemain usia muda di bawah 22 tahun itu terlihat sekali gitu yah. Kita juga sudah, selain presentasi, bicara langsung. Kita juga sudah melihat rekaman-rekaman dia dalam hal melatih, dalam hal di lapangan dan lain sebagainya," ujarnya kepada wartawan di Kantor PSSI, Jakarta, Jumat (20/01).

Kata dia, PSSI menargetkan Timnas bisa meraih medali emas pada gelaran SEA Games dan berada di posisi 4 Besar pada gelaran Asian Games 2017 mendatang. Kata dia, dalam kontrak tersebut juga ada opsi perpanjangan masa kerja apabila target bisa dicapai oleh bekas Pelatih Timnas Spanyol u-23 tahun tersebut.

"Kontraknya dua tahun. Akan ada review setiap tahunnya. Ketika mencapai 2 tahun juga ada opsi perpanjangan kontrak nantinya," ucapnya.

Dia menambahkan, kontrak Luis Milla baru akan dimulai pada awal Februari mendatang. Nantinya kata dia, PSSI akan menyodorkan nama-nama yang dianggap berpotensi menjadi skuad timnas. Selain itu kata dia, Luis Milla juga diberikan keleluasaan untuk memilih pemain di luar daftar yang disodorkan PSSI.

Dalam waktu dekat, PSSI akan menggelar kejuaraan Piala Presiden yang dianggap sebagai partai pemanasan sebelum liga dimulai nanti.

"Piala presiden bakal kita gelar dan 20 club secara lisan sudah konfirmasi akan ikut. Di situ nanti Coach Millah bisa secara langsung menyaksikan bagaimana kualitas pemain kita, dia bisa memilih dari ajang itu," tambahnya.

Sebelumnya, Luis Milla Aspas memiliki karier yang cukup bagus sepanjang menjadi palatih. Dia pernah mengasuh beberapa klub seperti Al Jazira di Uni Emirat Arab dan Real Zaragoza di Spanyol. Pelatih yang saat bermain berposisi sebagai gelandang ini juga pernah menjadi anggota tim nasional usia muda Spanyol yaitu U-19, U-20, U-21 dan U-23.

Di tangannya, timnas U-19 Spanyol menjadi runner up Piala Eropa 2010. Setahun setelah itu, dia berhasil membawa timnas U-21 Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2011 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 2-0 di babak final.

Sebagai pemain, dia adalah salah satu dari sedikit pemain yang pernah membela dua klub sekelas Barcelona dan Real Madrid. Dia juga sudah mencicipi berbagai gelar seperti Piala Winners UEFA, La Liga Spanyol, Piala Super Spanyol dan Piala Intertoto.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.