Ini Pesan Kapolri di Laga Piala Bhayangkara

Helatan liga Sepakbola Piala Bhayangkara di Stadion Manahan, Solo dibuka langsung oleh Kapolri Tito Karnavian.

Minggu, 29 Jan 2017 20:20 WIB

Pemain Arema FC, Dendi Santoso melakukan selebrasi usai berhasil menjebol gawang Persija Jakarta. (Foto:Antara)


KBR, Solo - Helatan liga Sepakbola Piala Bhayangkara di Stadion Manahan, Solo dibuka langsung oleh Kapolri Tito Karnavian. Laga perdana menyajikan pertandingan Bhayangkara FC kontra Persija Jakarta.

Kapolri Tito Karnavian usai membuka laga sepakbola itu berharap, pertandingan dilaksanakan sesuai peraturan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Termasuk, penggunaan pemain asing. Menurutnya, liga sepakbola ini tak melarang pengikutsertaan pemain asing bagi setiap klub

"Laga ini juga harus mengikuti aturan dari PSSI. Boleh ada pemain asing. Itu tidak ada salahnya. Jumlah pemain asing yang diperbolehkan di setiap klub sesuai ketentuan, dua  orang," kata Tito di Solo, Minggu (29/1/2017).

"Kita harapkan pemain asing ini berkaca dari liga sepakbola di luar negeri yang banyak kemajuan. Kita tarik mereka untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan mereka, menularkan ilmu mereka kepada pemain-pemain kita," imbuhnya.

Baca juga:

Minggu (29/1/2017) hari ini, berlangsung laga antara Bhayangkara FC, Persija Jakarta, dan Arema Malang. Ribuan suporter memadati sebagian Stadion Manahan Solo yang berkapasitas 25 ribu penonton. Piala berwarna emas ditempatkan di bagian tepi lapangan dan dijaga ketat sejumlah polisi.

Laga Liga Trofi Bhayangkara hari ini berlangsung di tengah deras hujan yang mengguyur Kota Solo. Akhir laga, Arema FC keluar sebagai juara Liga Bhayangkara 2017 setelah pertandingan ketiga. Kemenangan diperoleh saat Arema bermain imbang 0-0 kontra tuan rumah Bhayangkara FC. Hasil ini membuat Arema mengoleksi empat poin dari dua kali pertandingan. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi