Pengamat: BOPI Layak Dibubarkan

Tugas BOPI, ada pada Kemenpora

Sabtu, 30 Jan 2016 19:34 WIB

Logo BOPI (Foto: twitter @bopi_ipsa)

KBR, Jakarta- Pengamat Sepakbola, Ario Yosia menilai rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang akan membubarkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) realistis. Pasalnya, kata dia, tugas pokok dan fungsi Tupoksi BOPI sudah diwakilkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora.

"Justru disini ironinya. BOPI ini secara fungsi kerja memiliki banyak kesamaan dengan banyak lembaga struktural dibawah kemenpora," ujar dia saat dihubungi KBR, Sabtu (01/30).

Ario menambahkan, jika memang perlu dibuat lembaga untuk mengawasi dan mengontrol pesepakbolaan, maka lembaga itu tugasnya tidak boleh sama dengan para staf dan dirjen di Kemenpora. Semisal soal pengawasan verifikasi klub. Lembaga pengawas sebaiknya berasal dari penyelenggara liga yang secara struktural ada di bawah PSSI dan tahu kondisi lapangan sebenarnya. 

Sebelumnya Kemenpan RB berencana merampingkan struktur kelembagaan pemerintahan. Salah satu yang terdampak adalah BOPI. Sementara Kemenpora beranggapan BOPI dibentuk berdasar Peraturan Pemerintah soal Penyelenggaraan Keolahragaan. Juru bicara Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan BOPI berperan penting, salah satunya, untuk memverifikasi klub liga Indonesia agar sesuai aturan FIFA dan PSSI. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.