Kemenpora Bantu Rp 100 M untuk Rio Haryanto Ikut F1

Dana itu diambil dari anggaran Kemenpora

Sabtu, 23 Jan 2016 18:00 WIB

Rio Haryanto bersama Menpora Imam Nahrawi (Foto: kemenpora.go.id)

KBR- Kementerian Pemuda dan Olahraga menyumbang dana Rp 100 miliar kepada Rio Haryanto agar bisa berpartisipasi di ajang balap F1. Juru bicara Kemenpora Gatot S Dewabroto dalam siaran persnya, Sabtu (01/23) mengatakan dana itu bersumber dari bantuan kementeriannya berdasarkan perjanjian kerjasama antara Kemenpora dengan KONI. Hal itu sudah diatur dalam aturan PPK/Menpora/01/2016 tentang Fasilitasi Bantuan Dalam Akun Belanja Barang Non Operasional Lainnya Dalam Rangka Mendukung Keikut Sertaan Rio Haryanto Dalam Ajang Balap Internasional FIA Formula One (F-1) 2016. 

Dana itu diserahkan kepada PT Kiky Sport, perusahaan yang dibentuk untuk menyokong Rio. Nantinya PT Kiky wajib membuat laporan pelaksanaan, baik laporan pekerjaan mau pun laporan pertanggung-jawaban penggunaan dana yang disampaikan kepada KONI. 

Dalam surat perjanjian yang telah ditandatangi keduanya menyatakan PT Kiky juga harus mencari kekurangan dana lainnya. Rio setidaknya butuh sekitar Rp 225 miliar untuk berlaga di ajang F1. Kini dia bersama manajemennya baru memiliki dana sekitar Rp 178 miliar. Sebelumnya, PT Pertamina juga sudah menyumbang sekitar Rp 78 miliar untuk Rio.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.