Tahun Baru 2018, Begini Rekayasa Lalin di Banyumas

Diantaranya menurut Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas dan Prasarana Dishub Banyumas, Hermawan, penutupan jalur di kawasan alun-alun dan daerah wisata Baturraden.

Minggu, 31 Des 2017 17:34 WIB

Ilustrasi: Kembang api tahun baru. (Foto: Karanganyar.go.id)

KBR, Banyumas – Pusat-pusat keramaian dan jalur wisata menjadi prioritas rekayasa lalu lintas di Banyumas, Jawa Tengah.

Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di beberapa titik yang diperkirakan mengalami kemacetaan pada malam tahun baru 2018. Diantaranya menurut Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas dan Prasarana Dishub Banyumas, Hermawan, penutupan jalur di kawasan alun-alun dan sepanjang jalur arteri di Jalan Jenderal Sudirman.

"Alun-alun Purwokerto itu rencananya akan dilakukan car free night. Semua jalan ditutup, dari timur, dari arah Palma. Kalau dari arah barat ditutup mulai dari simpang tiga Tapen, Sawangan," terang Hermawan di Banyumas, Minggu (31/12).

Selain itu kendaraan mulai dari Simpang Empat Palma juga dilarang masuk dan, diarahkan ke jalur lain. Kendaaraan juga dilarang masuk mulai dari Simpang Tiga Tapen dan Kalibogor, lantas dialihkan ke jalur lain.

"Kalau dari arah barat ditutup mulai dari Simpang Tiga Tapen, Sawangan dan diarahkan ke jalur selatan. Kenapa harus ditutup? Itu tidak malam tahun baru saja, pada malam Minggu itu macet."

Baca juga:

Hermawan menjelaskan, penutupan dilakukan lantaran pada akhir pekan biasa saja jalur tersebut kerap macet. Ia khawatir penumpukan kendaraan akan lebih parah pada malam tahun baru. Mengingat jalur itu merupakan pusat keramaian Purwokerto ditambah lagi ada perlintasan kereta api yang berdekatan dengan Stasiun Besar Purwokerto.

Selain di kawasan alun-alun, Dishub Banyumas juga merekayasa arus lalu lintas di jalur utama menuju Kawasan Wisata Baturraden yang juga diprediksi menjadi pusat perayaan tahun baru. Kendaraan yang hendak menuju Baturraden tetap melalui jalur utama. Namun, kendaraan yang turun akan diarahkan untuk menggunakan jalan alternatif melalui Sumbang dan Jalur Barat.

Penutupan jalur tersebut, kata dia, juga sekaligus untuk kampanye pengurangan polusi melalui pemberlakukan "Car Free Night" dimana pelaksanaannya mirip dengan "Car Free Day".

"Salah satunya itu juga (kampanye) pengurangan polusi. Di Baturraden sama, seperti musim libur kemarin, kita berlakukan jalur naik dan turun dibedakan," ucap Hermawan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.