Penggerebekan Pabrik Pil PCC Berlangsung di 3 Lokasi

"Awal mulanya ya saya disuruh kerja, jadi bikinin obat pegal linu," aku Kristono di Semarang, Minggu (3/12).

Minggu, 03 Des 2017 21:27 WIB

Karyawan yang bekerja di rumah yang diduga jadi pabrik pil jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) memindahkan barang bukti di bawah pengawasan petugas, Minggu (3/12). (Foto: ANTARA)

KBR, Solo - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sekaligus menggeledah tiga lokasi di Jawa Tengah terkait pembuatan pil PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol). Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono mengungkapkan, tiga lokasi itu antara lain Solo, Semarang dan Sukoharjo.

Jenderal bintang dua yang ikut memantau langsung penggerebekan itu memastikan lokasi-lokasi tersebut diduga menjadi pabrik pembuatan Pil PCC.

"Ini operasi BNN, kami dari Polda Jateng hanya memback-up saja bersama Polresta Surakarta. TKP-nya di Semarang ada, Gilingan di Solo ini juga, kemudian di Sukoharjo," ungkap Condro di Solo, Minggu (3/12).

Keterangan rinci mengenai penggeledahan rencananya disampaikan Kepala BNN Budi Waseso, Senin (4/12) besok.

"Besok rencana akan di-ekspose kepala BNN di Semarang. Yang jelas ini semua terkait pil PCC," tukasnya.

Kasus ini menambah daftar panjang produksi dan peredaran pil PCC di Jawa tengah. Pertengahan September 2017 lalu, tim Mabes Polri menggerebek pabrik pil PCC di Purwokerto. Polisi menyita sekitar 1,5 juta pil PCC dan 4 ton bahan baku. 

Baca juga:

Perkiraannya, 4 ton bahan baku itu bisa menjadi sekitar 10 juta pil PCC.

Pil PCC tergolong obat terlarang serta memiliki efek halusinasi tingkat tinggi, bahkan sampai menyebabkan kematian. Peredaran pil PCC di Indonesia sudah menelan korban jiwa dan mengakibatkan puluhan orang dilarikan ke rumah sakit. Rata-rata para korban berusia anak atau pelajar.


Penggerebekan di Semarang

Petugas BNN menggerebek sebuah rumah di Semarang lantaran diduga menjadi pabrik pembuatan pil PCC, Minggu (3/11). Dari bangunan di Jalan Halmahera Raya Nomor 27 Semarang itu, polisi menangkap delapan orang. Sebanyak tujuh di antaranya adalah karyawan pabrik.

Salah satu karyawan, Kristono mengaku tak mengerti apabila diminta memproduksi pil PCC.

"Awal mulanya ya saya disuruh kerja, jadi bikinin obat pegal linu," aku Kristono di Semarang, Minggu (3/12).

Kristono menambahkan dalam sehari bisa memproduksi tiga hingga empat karton atau sekitar 160 ribu tablet. 

Baca juga:

"Perharinya sekitar satu karton itu 200 bungkus, perbungkusnya berisi 200 tablet, sehari bisa sampai 3-4 karton," ungkapnya.

Hingga penggeledahan Minggu (3/12) sore, belum diketahui pasti jumlah barang bukti yang disita petugas. Rencananya, Kepala BNN Budi Waseso akan menyampaikan keterangan lengkap mengenai penggerebekan ini pada Senin (4/12) pagi. 




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur